Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Ini Alasan tak Ada Staf Khusus Wapres Milenial

Senin 25 Nov 2019 15:27 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Juru Bicara Wakil Presiden Ma

Juru Bicara Wakil Presiden Ma

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Staf khusus wakil presiden mengakomodasi generasi yang lebih senior agar seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi mengungkap alasan tidak adanya staf khusus wakil presiden yang berasal dari kalangan muda atau milenial. Menurut Masduki, kalangan milenial sudah terakomodasi dalam susunan staf khusus presiden yang diumumkan pada pekan lalu. Sehingga, susunan staf khusus wakil presiden mengakomodasi generasi yang lebih senior agar seimbang.

"Maka itu kan juga yang penting dari berbagai komponen kemasyarakatan lengkap, dari berbagai lapisan sosial ya, apakah dari milenial atau kolonial saya kira sama lah. Rupa-rupanya karena kiai ini dari generasi kolonial ya banyak yang kolonial lah," ujar Masduki di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (25/11).

Baca Juga

Namun demikian, Masduki memastikan tidak adanya kalangan milenial tidak akan mengurangi kompetensi dari tugas staf khusus wakil presiden. Sebab, ia meyakini delapan sfaf khusus wapres yang ditunjuk memiliki keahlian masing-masing.

"Tapi itu tidak mengurangi terhadap kompetensi dan keahlian masing-masing.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menunjuk delapan staf khusus yang akan membantu menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Delapan staf khusus itu antara lain, pertama, Mohamad Nasir sebagai staf khusus wakil presiden bidang reformasi birokasi. Kedua, Satya Arinanto yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Wapres bidang hukum. Ketiga, ada Sukriansyah S Latief yang akan menjadi Staf Khusus bidang infrastruktur dan investasi.

Kemudian, keempat ada Lukmanul Hakim yang menjabat staf khusus bidang ekonomi dan keuangan. Kemudian ada Muhammad  Imam Aziz yang akan menjabat staf khusus wapres bidang penanggulangan kemiskinan dan otonomi daerah. Keenam ada nama Ketua PBNU Robikin Emhas yang ditunjuk menjadi staf khusus wapres bidang politik dan hubungan antara lembaga. Lalu ketujuh ada Masykuri Abdillah yang akan menjadi staf khusus bidang umum, dan terakhir Masduki sendiri yang merupakan staf khusus wapres bidang komunikasi dan informasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA