Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Dokter: Julian Assange Bisa Meninggal di Penjara

Selasa 26 Nov 2019 00:08 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Julian Assange

Julian Assange

Foto: AP Photo/Matt Dunham
Lebih dari 60 dokter telah menulis surat terbuka soal kesehatan Julian Assange

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Lebih dari 60 dokter telah menulis surat terbuka soal kesehatan pendiri Wikileaks Julian Assange, Senin (25/11). Mereka khawatir kesehatan Julian Assange memburuk sehingga ia bisa saja meninggal di dalam penjara Inggris.

Dilansir laman Aljazirah edisi Senin (25/11), surat terbuka berisi 16 halaman yang diterbitkan oleh Wikileaks mengatakan Assange menderita masalah psikologis, termasuk depresi serta masalah gigi dan penyakit bahu yang serius. Berbicara kepada Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel, para dokter menyerukan agar Assange dipindahkan dari penjara Belmarsh di London tenggara ke rumah sakit universitas.

Para dokter mendasarkan penilaiannya pada laporan saksi mata di pengadilan 21 Oktober di London dan laporan 1 November oleh Nils Melzer, pelapor khusus PBB tentang penyiksaan. Pakar hak asasi independen PBB mengatakan Assange mendapatkan paparan terus-menerus terhadap kesewenang-wenangan dan pelecehan akan segera berakhir dengan mengorbankan hidupnya.

"Jika penilaian dan perawatan mendesak seperti itu tidak terjadi, kami memiliki keprihatinan nyata, pada bukti yang ada saat ini, bahwa Assange dapat meninggal di penjara. Situasi medis dengan demikian mendesak. Tidak ada waktu untuk kehilangan," kata para dokter dalam surat terbuka tersebut. Para dokter berasal dari AS, Australia, Inggris, Swedia, Italia, Jerman, Sri Lanka, dan Polandia.

Pria 48 tahun yang menghabiskan tujuh tahun di kedutaan besar Ekuador di London memang tengah dicari Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi 18 dakwaan. Termasuk di dalamnya adalah bersekongkol meretas komputer pemerintah dan melanggar undang-undang spionase. Dia bisa menghabiskan beberapa dekade di penjara jika terbukti bersalah.

Hingga kini, Assange yang berasal dari Australia tengah berjuang dalam upaya AS untuk mengekstradisinya dari Inggris atas tuduhan yang diajukan di bawah Undang-Undang Spionase yang dapat membuatnya dijatuhi hukuman hingga 175 tahun di penjara AS. Dia diduga menggunakan Wikileaks untuk menerbitkan dokumen rahasia militer dan diplomatik pada 2010 tentang kampanye pengeboman AS di Afghanistan dan Irak.

Pada penampilan pertamanya di depan umum selama enam bulan, dalam sidang pengadilan bulan lalu, Assange terlihat tampak lemah. Dia juga tampak bingung setiap kali diminta untuk berbicara di Pengadilan Westminster Magistrates di London.

Dia mengalami kesulitan mengingat tanggal lahirnya. Pada akhir persidangan mengatakan kepada Hakim Distrik Vanessa Baraitser bahwa dia tidak mengerti apa yang terjadi di pengadilan. Assange juga mengeluh tentang kondisi di mana dia ditahan di Belmarsh.

Jaksa penuntut Swedia mengatakan Selasa lalu bahwa pihaknya telah menghentikan penyelidikan atas tuduhan pemerkosaan pada tahun 2010. Penyelidikan dihentikan meskipun mereka menemukan klaim penggugat sebagai sesuatu yang "kredibel".

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA