Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Ma'ruf Tunjuk 8 Staf Khusus dari Unsur NU Hingga MUI

Senin 25 Nov 2019 14:21 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Juru Bicara Wakil Presiden Ma

Juru Bicara Wakil Presiden Ma

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Delapan staf khusus tersebut baru saja menghadap Wapres Ma'ruf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menunjuk delapan staf khusus yang akan membantu menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Delapan staf khusus tersebut baru saja menghadap Wapres Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (25/11).

"Beliau (Wapres) baru saja memanggil seluruh staf khusus yang sudah mendapatkan surat keputusan dari Pak Presiden, ada 8 orang staf khusus itu dengan bidang masing-masing yang sesuai dengan nomenklatur yang sesuai dengn peraturan sebelumnya mulai dari zaman wapres Pak Jusuf Kalla," ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (25/11).

Masduki mengungkapkan, delapan staf khusus itu antara lain, pertama, Mohamad Nasir sebagai staf khusus wakil presiden bidang reformasi birokasi. Menurut Masduki, mantan menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi itu akan menangani masalah birokrasi dalam Pemerintahan dan juga masalah pendidikan.

"Tentu saja karena di dalamnya ada pendidikan maka otomatis beliau menangani masalah-masalah pendidikan dan akan memberikan masukan kepada Pak Wapres dgn isu-isu strategis yang terkait dengan masalah pendidikan," ujar Masduki.

Kedua, Satya Arinanto yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Wapres bidang hukum. Masduki menerangkan, Satya merupakan staf khusus wapres bidang hukum sejak era Wapres Jusuf Kalla. Ketiga, ada Sukriansyah S Latief yang akan menjadi Staf Khusus bidang infrastruktur dan investasi.

"Beliau menangani masalah yang terkait dengan investasi dan beberaa persoalan terkait itu, sebelum juga pernah jadi staf khusus menteri pertanian," ujar Masduki.

Kemudian, keempat ada Lukmanul Hakim yang menjabat staf khusus bidang ekonomi dan keuangan. Masduki menerangkan, Lukmanul sebelumnya adalah pengurus dari MUI yang membidangi masalah-masalah ekonomi.

Kemudian ada Muhammad  Imam Aziz yang akan menjabat staf khusus wapres bidang penanggulangan kemiskinan dan otonomi daerah. Masduki mengatakan, latar belakang Imam Aziz yang merupakan seorang aktivis dan LSM yang banyak bergerak di bidang sosial diyakini mampu memberi masukan kepada wapres terkait masalah sosial masyarakat.

"Beliau juga sangat peduli masalah kemiskinan dan peduli dengan isu-isu HAM dan beliau juga menangani masalah yang terkait dengan pemberdayaan kemsikinan dengan isu stunting  itu yang ditangani oleh Imam Aziz," ujar Wakil Ketua MUI tersebut.

Keenam ada nama Ketua PBNU Robikin Emhas yang ditunjuk menjadi staf khusus wapres bidang politik dan hubungan antara lembaga.  Lalu ketujuh ada Masykuri Abdillah yang akan menjadi staf khusus bidang umum, dan terakhir Masduki sendiri yang merupakan staf khusus wapres bidang komunikasi dan informasi.

 

"Saya kira itu dan saya sendiri yang sebelumnya sudah memang bersama wapres di bidang informasi dan komunikasi," ujar Masduki.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA