Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

'Ekspor Bukan Hanya Soal Nilai, Juga Tambah Lapangan Kerja'

Senin 25 Nov 2019 07:57 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).

Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).

Foto: bea cukai
Manfaat ekspor akan terasa jika peternak meningkatkan kuantitas dan kualitas produk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo optimistis produk olahan ayam dari Indonesia akan semakin mampu meningkatkan pangsa ekspor dari tahun ke tahun. Ditembusnya pasar Jepang yang dikenal memiliki keamanan standar pangan tinggi, menjadi peluang bagi Indonesia untuk produk olahan ayam di pasar global.

Baca Juga

"Hari ini kita tidak bicara impor, kita bicara tentang kekuatan bangsa ini untuk bisa melakukan ekspor ke berbagai tujuan negara di dunia," kata Syahrul saat melepas ekspor produk olahan ayam sebanyak 16 kontainer di Kantor Pusat Charoen Phokpand Indonesia, kemarin.

Mengutip data Kementan, nilai ekspor komoditas subsektor peternakan mengalami peningakatan. Pada tahun lalu, ekspor peternakan mencapai 640,17 juta dolar AS atau setara Rp 9,05 triliun. Angka tersebut meningkat 2,42 persen dibanding Tahun 2017 yang sebesar  625,14 juta dolar AS atau setara Rp 8,83 triliun.

Syahrul mengatakan, bagi pemerintah, yang terpenting saat ini bukan hanya soal nilai yang diterima dari ekspor itu sendiri. Tapi bisa memberikan manfaat kepada peternak dan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia. Hal itu diyakini Syahrul akan terwujud jika produk dalam negeri terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Ekspor dipercaya pemerintah dapat memperluas peluang bisnis bagi peternak, upaya ini dapat menjadi solusi bagi peternak saat terjadi oversuplai. Berdasarkan data statistik peternakan tahun 2018, populasi ayam rasa pedaging (broiler) tembus hingga 3,14 miliar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan rasa (buras) mencapai 399,98 juta ekor.

Pemerintah meyakini peluang produk peternakan terutama unggas di pasar global cukup terbuka selama aspek kesehatan hewan menjadi perhatian dari pelaku usaha. Ia berharap kedepan ekspor pertanian Indonesia termasuk sub sektor peternakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

“Saya bersama dengan seluruh pihak akan berupaya untuk bersama-sama meningkatkan ekspor pertanian termasuk sektor peternakan didalamnya, targetnya bisa menjadi tiga kali lipat lewat program 'Gratiks' Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, kita harus optimistis,” tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA