Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Pasukan Turki Sita Bahan Peledak di Suriah Utara

Senin 25 Nov 2019 07:38 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Christiyaningsih

Turki serang pasukan Kurdi di Suriah

Turki serang pasukan Kurdi di Suriah

Foto: Republika
Pasukan keamanan Turki menyita bahan peledak dalam pembersihan di Suriah utara

REPUBLIKA.CO.ID, SURIAH -- Pasukan keamanan Turki telah menyita bahan peledak dalam kegiatan pencarian dan pembersihan di Suriah utara. Hal ini disampaikan Kementerian Pertahanan Nasional Turki dilansir dari Anadolu Agency, Senin (25/11).

Material yang ditemukan yakni sebagian besar ranjau, peluru mortir, serta bahan dan alat peledak improvisasi. "Seluruhnya kemudian dihancurkan di distrik Ras al-Ayn selama kegiatan pencarian dan pembersihan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Distrik Ras al-Ayn yang terletak di sebelah timur Sungai Efrat di Suriah utara dibersihkan dari kelompok teror selama Operasi Perdamaian Musim Semi anti-teror Turki yang diluncurkan pada 9 Oktober.

Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan unsur-unsur kelompok milisi Kurdi dari Suriah utara di sebelah timur Sungai Efrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu dalam pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah, dan memastikan integritas wilayah Suriah.

Ankara setuju dengan Washington pada 17 Oktober untuk menghentikan operasinya untuk memungkinkan milisi Kurdi untuk menarik diri dari zona aman yang direncanakan.

Pada 22 Oktober, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana milisi Kurdi akan mundur 30 kilometer (18,6 mil) selatan perbatasan Turki dengan Suriah dalam waktu 150 jam. Pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana. Turki telah melakukan kampanye melawan teror ini selama lebih dari 30 tahun, terlebih Turki memasukkan kelompok tersebut ke dalam daftar organisasi teroris.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA