Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Komisi X DPR RI Kecam Pengeroyokan Suporter Indonesia

Jumat 22 Nov 2019 13:16 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Endro Yuwanto

Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia Malaysia (ASIM) berunjuk rasa di dekat pintu masuk suporter Indonesia di pintu E di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019).

Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia Malaysia (ASIM) berunjuk rasa di dekat pintu masuk suporter Indonesia di pintu E di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019).

Foto: Antara/Agus Setiawan
FAM dan PSSI sebaiknya berkomunikasi mencari solusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus pengeroyokan suporter tim nasional (timnas) Indonesia yang terjadi di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia vs Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial, Jumat (22/11). Praktis peristiwa memilukan ini membuat banyak masyarakat Indonesia berang, tidak terkecuali dengan para politikus.

"Tindakan beberapa suporter Malaysia yang memprovokasi seperti melempar air kencing dan flare amatlah disayangkan," kecam Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwono, saat dikonfirmasi, Jumat (22/11).

Seharusnya, kata Suwono, sebagai sesama penikmat sepak bola sudah sepatutnya menunjukkan jiwa sportivitas dengan tidak memprovokasi para suporter tim lawan. Justru pernyataan sepihak oleh pengurus Stadion Bukit Jalil Malaysia juga sangat disayangkan. Mereka menuduh kerusakan yang dilakukan oleh suporter Indonesia harus dilihat dari dua sisi.

"Kalau ini bagian dari reaksi akibat aksi provokasi suporter Malaysia, jadinya bisa juga mencari siapa yang harus bertanggung jawab," kata Politikus Partai Demokrat.

Selanjutnya, kata Suwono, daripada saling lempar tuduhan yang justru membuat suasana menjadi tidak nyaman dari kedua negara, pihak FAM dan PSSI sebaiknya berkomunikasi mencari solusi supaya ke depan, aksi-reaksi, tindakan saling provokasi yang berujung bentrok antarsuporter tidak terjadi lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA