Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

4 Investor Multinasional Suntikkan Dana ke Fintech ALAMI

Jumat 22 Nov 2019 10:32 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Fintech (ilustrasi)

Fintech (ilustrasi)

Foto: Republika
Meningkatnya gaya hidup Muslim moderin merambah ke semua sektor, termasuk finansial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI meneriman pendanaan dari empat investor berskala multinasional. Adapun kerja sama ini merupakan pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara sebagai pendanaan/fundraising berbasis syariah yang dilakukan oleh kalangan investor modal ventura (Venture Capital).

Adapun investasi pada tahap seed round ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah. Beberapa nama investor yang bergabung dalam komitmen pendanaan ini yakni Agaeti Ventures, RHL Ventures dan seorang angel investor Aamir Rahim dari Hong Kong melalui Zelda Crown.

CEO ALAMI Dima Djani mengatakan keempat investor ini bersepakat untuk memberikan suntikan modal kepada ALAMI dengan prosedur yang  sesuai dengan syariat Islam. 

“Saat ini terus berupaya mengenalkan nilai-nilai syariah dalam setiap prosedur kerja sama dengan pihak mitra, termasuk dengan para calon investor. Artinya esensi syariah tidak hanya dalam produk dan layanan, namun juga sampai ke sumber pendanaan yang menjadi landasan ALAMI menjalankan kegiatan operasionalnya,” ujarnya dalam keterangan tulis, Jumat (22/11).

Menurutnya upaya ALAMI meyakinkan para investor tentang akad musyarakah dilandaskan pada kepercayaan investor tentang model bisnis ALAMI dan juga refleksi atas pertumbuhan gaya hidup Muslim modern yang kini sudah merambah ke banyak sektor, termasuk finansial. Saat ini Indonesia telah lebih terbuka terhadap pengembangan peta jalan ekonomi syariah dan industri halal. 

Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge IIF), Indonesia menempati urutan teratas dengan skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8. Penilaian tersebut, Indonesia dianggap telah mencatatkan kemajuan dari perkembangan regulasi serta peningkatan ekosistem industri perbankan dan keuangan syariah. 

Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, ekosistem keuangan syariah juga semakin diperkuat dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. “Para investor tersebut tentunya sudah menakar potensi market di Indonesia berdasarkan kondisi eksternal dan internalnya. Dari sisi internal perusahaan, ALAMI berhasil menunjukkan kesiapan perusahaan dan rencana bisnis yang matang untuk menyediakan lebih banyak lagi akses pembiayaan syariah bagi UKM di Indonesia,” ucapnya.

Sejak Mei 2019 sampai Oktober 2019, ALAMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 50,3 miliar ke berbagai sektor bisnis di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA