Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Kemenkop Dukung Koperasi Kembangkan Kemitraan Ritel Ikan

Kamis 21 Nov 2019 23:55 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prof  Dr Rully Indrawan MSi

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prof Dr Rully Indrawan MSi

Foto: Dok Kemenkop-UKM
Kemenkop menilai kemitraan ritel ikan bisa memberikan nilai tambah bagi pelaku bisnis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi upaya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Blambangan Food Packer Indonesia, Koperasi Kelautan dan Perikanan Indonesia, serta PT Ritel Ikan Indonesia dalam mendukung Program Nasional Kemitraan Ritel Ikan Merah Putih. Kerja sama para pihak disebut dapat menciptakan sebuah ekosistem bisnis ritel ikan di mana diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pelaku bisnis ikan di Tanah Air. 

“Karena tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bisa membuat masyarakat sehat, terpenuhi berbagai kebutuhan dan yang jelas terjadi substitusi impor. Inilah yang kita sangat senang sekali dan ini tidak membuat kami ragu-ragu untuk mendukung upaya ini,” ungkap Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan dalam acara Peresmian Kerja Sama dalam Mendukung Program Nasional Kemitraan Ritel Ikan Merah Putih di Jakarta, Kamis (21/11).

Prof Rully mengatakan koperasi menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis yang tengah digagas. Karena pada dasarnya pola kemitraan bisnis ritel ikan ini dapat membuat koperasi kembali lahir dan hidup dengan wajah yang lain. 

“Dengan demikian, kami tentu saja mengamati dan mendorong dan kita sangat berharap, koperasi yang sudah dikembangkan bisa menjadi model nasional dan kemudian menjadi mata rantai yang sangat penting artinya bagi tanda petik bisnis ini,” kata Prof Rully.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT PPI Agus Andiyani mengatakan koperasi nelayan selama ini sudah mampu membuktikan diri untuk terus eksis, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan. Dia berharap dengan kerja sama kemitraan ini, koperasi nelayan akan terus berkembang pesat. 

“Saya percaya koperasi yang selama ini terbukti sudah baik. Apabila ditambah dari berbagai bidang akan jauh bermanfaat bagi masyarakat. Saya ini juga pernah memimpin koperasi selama 15 tahun, koperasi begitu besar manfaatnya. Begitu mudah kerja sama dengan koperasi. Mohon maaf dengan lain-lain, tapi koperasi lebih mudah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kerja sama yang baik,” ujar Agus dalam sambutannya. 

Sementara itu Ketua Umum Koperasi Kelautan dan Perikanan Indonesia Ayub Faidiban menambahkan bahwa sektor kelautan memiliki potensi yang sangat bagus. Sehingga apabila dikelola dengan baik akan bisa mendatangkan nilai devisa yang besar bagi negara. 

“Menjadi sektor unggulan. Kalau dikelola dengan baik dan benar, maka devisa negara akan baik dan nelayan sejahtera. Potensi kelautan kita tidak pernah habis, karena itu kita harus jaga dan rawat. Saya katakan laut kita jaga dan lestarikan demi pangan Indonesia ke depan,” pinta Ayub.

Ayub juga menyinggung peran koperasi dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di pesisir. “Diharapkan koperasi yang bisa mengayomi seluruh nelayan dan mengakomodir hasil nelayan. Dan akhirnya memberikan dampak positif kepada kesejahteraan nelayan. Ada satu yang di hati kita, bahwa kita buat hari ini untuk pembangunan bangsa,” tutup dia.

Acara Peresmian Kerja Sama dalam Mendukung Program Nasional Kemitraan Ritel Ikan Merah Putih berlangsung di kantor PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Jakarta. Turut hadir dalam acara itu antara lain Managing Director PT Pasar Indonesia dan PT Ritel Ikan Indonesia Darren S Dimoelyo, Dirut PT Blambangan Food Packer Indonesia I Putu Gede Wiriana, perwakilan dari koperasi kelautan dan perikanan Wahyu Taqwadi, Dewan Pembina Lembaga Kelautan Indonesia Buyung Maulana, serta Asdep Perikanan dan Peternakan Kemenkop dan UKM Budi Mustopo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA