Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Pendekatan Islam dalam Merawat dan Menjaga Lingkungan

Kamis 21 Nov 2019 23:19 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Nashih Nashrullah

Helikopter menjatuhkan air dari udara untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (ilustrasi)

Helikopter menjatuhkan air dari udara untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Islam mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN – Guru Besar UIN Sunan Kalijaga (Suka) bidang ilmu biologi, Maizer Said Nahdi, menawarkan sebuah paradigma baru terkait konservasi ekosistem dengan cara integrasi pandangan Islam dan peran masyarakat.  

Ia mengatakan, selama ini ada kesalahan paradigma atau metode dalam ekosistem yang dilakukan. Sehingga, hal itu menyebabkan banyak terjadinya degradasi terhadal ekosistem.  

Baca Juga

"Kita bisa melihat kerusakan hutan, kebakaran hutan, dan kerusakan laut dimana-mana," kata Maizer kepada Republika.co.id di UIN Suka, Kamis (21/11).   

Menurutnya, masyarakat secara besar-besaran mengeksploitasi lingkungan. Bahkan, dengan tidak memperhatikan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi.  

"Dari hutan menjadi pemukiman, pesawahan dan sebagainya tanpa melihat anak cucu kita mau diberi apa," katanya.   

Untuk itu, perlu adanya integrasi pandangan Islam dengan peran masyarakat. Sebab, ajaran-ajaran Islam, katanya, syarat dengan ramah lingkungan.  

"Selama ini Islam hanya dikenal bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Itu harus ditambah lagi bahwa orang Islam dan masyarakat itu harus bersama-sama melindungi alam dari degradasi alam itu sendiri," katanya.   

Untuk itu, perlu adanya peran masyarakat luas dalam mengatasi degradasi ekosistem tersebut. Hal tersebut juga dapat dilakukan dengan berbasis kearifan lokal.   

"Ini akan sangat afektif, sekaligus masyarakat akan merasakan  manfaat baik secara ekonomi, sosial dan spiritual," tambahnya.   

Menurutnya, kekayaan budaya sebagai kearifan lokal dapat mengelola sumber daya alam. Baik flora, fauna hingga ekosistem.   

Kearifan lokal, lanjutnya, justru lebih berpengaruh  meningkatkan pengetahuan ilmiah. Bahkan, sangat berharga untuk pengembangan ilmiah.  "Karena kearifan lokal lebih konsistem menjunjung prinsip etika, kaidah dan norma yang berlaku dengan sistem alam," ujarnya.  

Selain itu, menumbuhkan kesadaran masyarkat untuk lebih mencintai alam juga harus terus dilakukan. Harus ada motivator dan pejuang konservasi ekosistem untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat.  

"Ini harus dimulai dari agama dan bersatu dengan peran masyarakat itu. Kalau itu terjadi, ke depan semua orang mulai dari sekolah level yang paling bawah sampai level tinggi itu bisa (berpartisipasi dalam konservasi ekosistem)," jelasnya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA