Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Survei Ungkap Nadiem Dapat Perhatian Tertinggi di Kabinet

Kamis 21 Nov 2019 19:32 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, usai menghadiri kegiatan Apresiasi Bunda PAUD, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, usai menghadiri kegiatan Apresiasi Bunda PAUD, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11).

Foto: Republika/Inas Widyanuratikah
Publik menunggu gebrakan Nadiem di sektor pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga think tank, Next Policy mengadakan survei canggih Analisis Media sosial Nusantara Berbasis Artificial Intelligence (AMENA). Salah satu hasilnya, publik ternyata memberi perhatian tertinggi sekaligus menunggu gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Analis senior Next Policy, Rahmat Yananda menyebut Nadiem mendapat perhatian tinggi dari warganet Twitter. Dari survei itu, opini positif pada Nadiem mencapai 3.294 dan negatifnya 9.410.

Baca Juga

Tapi angka sentimen netralnya hingga 17.148. Pemilihan Twitter sebagai objek penelitian karena dianggap media sosial paling berpengaruh dalam dunia politik.

Secara keseluruhan, Nadiem mengungguli sentimen netral di antara seluruh Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf. Dengan demikian, warganet dianggap menunggu terobosan dan inovasi yang akan diimplementasikan pendiri GoJek tersebut.

“Nadiem Makarim menemukan momentumnya," kata Rahmat dalam konferensi pers paparan hasil survei Next Policy, Kamis (21/11).

Momentum pertama, kemunculan milenial sebagai generasi penggerak dalam komposisi penduduk. Kedua, revolusi industri 4.0 mengubah banyak bidang/sektor seperti menguatnya ekonomi digital dan memunculkan model bisnis rintisan (startup). Ketiga, kebutuhan menjadikan sains dan teknologi sebagai input penting beragam kepentingan.

Rahmat memandang dunia pendidikan mengalami kebuntuan hingga membutuhkan terobosan dan inovasi oleh Nadiem. Tercatat, peringkat Indonesia dalam laporan Global Innovation Index (GII) 2019 dan PISA tidak mengalami perkembangan menjanjikan. “Nadiem dan generasinya menemukan momentum mengekplorasi zamannya,” ujar Rahmat.

Ia memandang Nadiem wajib menemukan solusi agar anak-anak Indonesia menguasai beragam kecakapan di abad 21. Kecakapan abad 21 termasuk pengetahuan, keterampilan dan sikap serta penguasaan TIK. Hal itulah yang ditunggu oleh publik.

“Nadiem adalah sosok yang tumbuh bersama dengan generasi milenial, memiliki pengalaman dan sukses mendirikan dan memimpin bisnis perusahaan rintisan,” ucap Rahmat.

Diketahui, penelitian ini melakukan pemetaan pada sentimen publik terhadap menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf dengan kata kunci nama masing-masing menteri. Proses pengumpulan data dilakukan sepanjang 15-27 Oktober 2019 di momen jelang pelantikan hingga penetapan kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Mesin AMENA mengimplementasikan model arsitektur neural dalam melakukan prediksi sentimen pada teks (Twitter). Melalui AMENA, analisis sentimen menghasilkan visualisasi data berupa peta sentimen positif, negatif dan netral.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA