Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Dirut: Penyehatan Krakatau Steel Jadi Prioritas Erick Thohir

Kamis 21 Nov 2019 12:26 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nur Aini

Erick Thohir

Erick Thohir

Foto: Dok Republika
Upaya penyehatan Krakatau Steel ditargetkan dalam waktu 100 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) Silmy Karim menyampaikan upaya penyehatan KS merupakan salah satu prioritas Menteri BUMN Erick Thohir. Hal itu Silmy sampaikan usai rapat dengan Wakil Menteri (Wamen) I BUMN Budi Gunadi Sadikin (BGS) di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/11).

Baca Juga

Silmy mengaku melakukan koordinasi secara intensif dengan Kementerian BUMN hingga terkadang lebih sekali dalam sepekan mendatangi Kementerian BUMN. Silmy mengaku memberikan perkembangan mengenai progres penyehatan KS. Silmy menyampaikan upaya penyehatan KS ditargetkan rampung dalam waktu 100 hari kerja pascapelantikan kabinet Indonesia maju.

"Dalam 100 hari Pak Erick bergabung di BUMN banyak progres yang bisa dilakukan untuk penyehatan KS," ujar Silmy di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (21/11).

Silmy mengapresiasi upaya Menteri BUMN Erick Thohir dan dua Wamen BUMN yang mendorong percepatan proses penyehatan KS.

Silmy membeberkan sejumlah langkah percepatan penyehatan yang dilakukan. Salah satunya restrukturisasi utang perseroan, di mana masih ada empat bank, dari 10 bank, yang menjadi kreditor KRAS yang masih dalam proses. Sementara enam bank yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), telah melakukan perjanjian adendum yang menyetujui restrukturisasi tersebut.

"Empat bank yang masih melakukan proses dalam hal restrukturisasi. Ini kita sudah melihat bahwa sudah semakin dekat penyelesaian tersebut terhadap empat bank," ucap Silmy. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA