Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

E-Commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital

Kamis 21 Nov 2019 09:23 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

E-Commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital. (FOTO: Agus Aryanto)

E-Commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital. (FOTO: Agus Aryanto)

BI mencatat tahun ini jumlah transaksi e-commerce per bulan Rp 11-13 triliun.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Baca Juga

Pertumbuhan bisnis belanja online (e-commerce) dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong berkembangnya ekosistem pembayaran digital. Pembayaran digital banyak dilakukan ketika berbelanja di e-commerce. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa konsumen telah memanfaatkan sistem pembayaran nontunai dalam transaksinya.

Bank Indonesia bahkan menyebutkan bahwa di tahun ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11–13 triliun. Prediksi McKinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia juga meningkat delapan kali lipat dari total belanja online senilai US$8 miliar pada 2017 menjadi US$55 miliar hingga US$65 miliar pada 2020.

"Bank Indonesia mendorong itu dalam inovasi-inovasi pembayaran (digital) untuk bisa berbelanja mudah dan aman," kata Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Eksekutif  Departemen Kebijakan Bank Indonesia di Acara Ngobrol Tempo di Gedung Tempo, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Perang Iklan 10 E-Commerce di TV, Si Orange Ternyata Paling Boros 

Semakin berkembangnya pasar e-commerce itu turut mengubah gaya hidup masyarakat dalam sistem pembayaran. Dapat dilihat dari beberapa e-commerce yang paling diminati oleh pengguna, seperti Shopee dan Tokopedia, di mana terbukti pembayaran elektronik semakin meningkat saat belanja online.

Data Survei Perilaku Belanja Online 2019 yang dirilis Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) juga menunjukkan saat ini pembayaran secara elektronik lebih banyak diminati. Walaupun belanja dilakukan secara offline, seperti di pusat perbelanjaan, tetapi sebagian besar (70%) responden melakukan pembayaran secara elektronik. Pembayaran elektronik diminati, baik oleh laki-laki maupun perempuan di semua kelompok usia.

"Awareness masyarakat terhadap keberadaan e-commerce pun sudah cukup tinggi, pembelian yang tinggi pada e-commerce telah mendorong pada cara pembayaran secara elektronik," imbuh Pungky.

Saat ini jenis pembayaran yang paling banyak dilakukan ketika belanja online adalah dengan cara mentransfer uang melalui internet banking atau mobile banking (37%). Cara ini telah menggeser cara transfer melalui ATM (20%). Sementara itu, uang elektronik berada di urutan ketiga sebagai alat pembayaran ketika berbelanja di e-commerce.

Hal itu membuka peluang layanan keuangan berbasis teknologi untuk terus berkembang di Indonesia, salah satunya industri pembayaran digital. Uang elektronik pun diprediksi akan semakin banyak diminati dalam setahun mendatang dan menggeser cara transfer melalui internet banking atau mobile banking yang saat ini paling banyak dilakukan.

Baca Juga: Riset Google: Sektor E-Commerce di Indonesia Akan Capai US$82 Miliar di Tahun 2025

"Pemanfaatan sistem pembayaran digital pun mendukung masyarakat dalam menggunakan transportasi online, parkir, membayar tol, membeli makanan hingga transaksi di berbagai e-commerce. Tentu ada banyak aspek dan pihak yang terlibat di dalamnya, sehingga perlu diketahui publik," urai Pungky. 

Ngobrol @Tempo ini tidak hanya membahas e-commerce yang memberi kemudahan di zaman yang serba cepat dan instan ini, tetapi juga dari sisi dari perkembangan industri digital.

Acara bertajuk Peran E-Commerce dalam Mendorong Peningkatan Industri Pembayaran Digital itu juga dihadiri Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Mercy Simorangkir dan Pengurus Bidang Ekonomi Digital Indonesia E-commerce Assoctiation (IdEA) Joshua Dharmawan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA