Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Target Produksi Padi 2020 Mengacu Kerangka Sampel Area

Kamis 21 Nov 2019 05:34 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda

Kementan targetkan produksi padi 2020 mengacu pada kerangka sampel area.

Kementan targetkan produksi padi 2020 mengacu pada kerangka sampel area.

Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Kementan menargetkan produksi padi tahun 2020 sebesar 59,15 juta ton GKG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian menetapkan target produksi padi tahun 2020 sebesar 59,15 juta ton gabah kering giling (GKG). Target tersebut tercatat lebih rendah dibanding target produksi tahun ini yang mencapai 80,08 juta ton. Kementan menyatakan, penetapan target tersebut karena sudah dihitung berdasarkan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementan, Kuntoro Boga Adi, menjelaskan, pihaknya untuk sementara ini sepakat menggunakan satu data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menyatakan bahwa terdapat penurunan luas lahan baku sawah menjadi 7,1 juta hektare untuk saat ini.

Berdasarkan penghitungan metode KSA, dengan luasan tersebut, produksi padi tahun 2019 diperkirakan mencapai 52,7 juta ton GKG pada tahun 2019.

"Sementara, sewaktu menentukan target produksi padi 2019, Kementan mengasumsikan bahwa luas lahan baku sawah masih sekitar 8,1 juta hektare sehingga produksi ditargetkan sebesar 82,08 juta ton," kata Kuntoro kepada Republika.co.id, Rabu (20/11).

Oleh sebab itu, Kuntoro menyampaikan, target produksi padi tahun 2020 sebesar 59,15 juta ton itu sebetulnya sudah lebih tinggi dari perkiraan capaian produksi padi 2019 sebesar 52,7 juta ton. Kenaikan target tersebut diyakini bisa dicapai dengan jumlah luas lahan baku sawah yang sama, yakni 7,1 juta hektare.

"Jadi, perbedaan (target) yang besar itu karena perbedaan metode penghitungan saja, bukan hasil riil di lapangan," kata dia.

Sementara ini, Kementan masih menunggu hasil verifikasi data luas lahan baku sawah yang akan dikeluarkan pada 1 Desember 2019. Data tersebut akan disepakati bersama sehingga penghitungan produksi akan selaras karena berdasarkan pada asumsi luas lahan yang sama.

Adapun sejauh ini, Kementan menyatakan bahwa realisasi produksi padi berdasarkan data BPS hingga akhir Oktober tahun ini telah mencapai 52,82 juta ton. Jika dibanding dengan perkiraan KSA, maka realisasi produksi tersebut telah melampaui target. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA