Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sertifikasi Nikah, Mau Halal Kok Malah Dipersulit

Kamis 21 Nov 2019 06:26 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Sertifikasi nikah, perlukah?

Sertifikasi nikah, perlukah?

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Jika syarat agama dan hukum sudah terpenuhi, mengapa menikah perlu disertifikasi?

REPUBLIKA.CO.ID, Sertifikasi nikah bagi calon pengantin yang diwacanakan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi menimbulkan pro kontra. Padahal menikah itu hak setiap manusia.

Baca Juga

Jika syarat secara agama dan hukum yang berlaku sudah terpenuhi, mengapa mesti disertifikasi? Tak masalah jika calon pengantin mendapat informasi dan mengikuti penyuluhan terkait.

Namun, wacana sertifikat nikah justru mempersulit aturan pernikahan dan memberatkan warga untuk melaksanakannya. Terutama dari segi biaya sehingga menimbulkan masalah.

Saat ini saja permasalahan pergaulan bebas, prostitusi, aborsi, dan kejahatan seksual lainnya masih marak. Dan belum ada solusi tuntas untuk mengatasinya. Karena itu, pemerintah sebaiknya mengkaji ulang wacana tersebut.

Dengan demikian, wacana tersebut tidak menimbulkan masalah lain.

PENGIRIM: Titik Musrifatun Tsaniyah, Godean, Sleman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA