Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sandiaga Optimistis Milenial Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Rabu 20 Nov 2019 21:40 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Pengusaha Sandiaga Uno menjadi narasumber talkshow dalam acara Indonesia Islamic Microfinace Leaders Forum di Jakarta,Rabu (20/11).

Pengusaha Sandiaga Uno menjadi narasumber talkshow dalam acara Indonesia Islamic Microfinace Leaders Forum di Jakarta,Rabu (20/11).

Foto: Republika/Prayogi
Kalangan milenial merupakan lokomotif pembangunan dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017-2018 Sandiaga Uno menilai kalangan milenial merupakan lokomotif pembangunan dalam negeri. Harapannya, anak-anak muda bisa menjadi pengusaha, sikap berani mengambil risiko hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dengan menitikberatkan anak-anak muda menjadi entrepreneur bisa ikut mengambil peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan,"  ujarnya saat acara Indonesia Economic Forum 2019 di JW Marriot Hotel, Jakarta, Rabu (20/11).

Menurutnya kalangan milenial mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Apalagi, saat ini lapangan pekerjaan yang berkualitas sulit ditemukan, sehingga milenial perlu ambil andil.

“Karena sekarang lapangan pekerjaan yang berkualitas susah didapat terutama untuk generasi muda. Nah ini bisa diselesaikan oleh anak-anak muda yang biasa kita kenal milenial," ucapnya.

Ke depan, mantan calon wakil presiden ini optimis perekonomian Indonesia bisa terbangun. Hanya saja catatannya mampu menyelesaikan segala pekerjaan rumah seperti menyederhanakan regulasi dalam kemudahan berbisnis.

"PR bersama kita ujung-ujungnya adalah lapangan pekerjaan yang perlu kita ciptakan melalui kerja sama melalui kolaborasi memastikan investasi akan terus masuk ke sektor-sektor utama," ucapnya.

Kemudian, Sandiaga juga berpesan agar pemerintah melakukan inovasi agar target nilai perdagangan sebesar tujuh triliun dolar AS dapat tercapai. 

"Saat ini outlook Indonesia sebagai ekonomi dengan total skala 7 triliun dolar AS dan itu perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh dengan inovasi," ucapnya.

Sandiaga meminta semua pihak memberi kesempatan bagi para menteri dapat bekerja sesuai kemampuannya. Dia pun mengingatkan tidak asal mengkritik.

”Kalau ada evaluasi, 6 bulan yang cocok. Itulah waktunya untuk kita berikan masukan," sarannya.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA