Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Makin Ditekan AS, Tiktok Jaga Jarak dengan Pemerintah Cina

Kamis 21 Nov 2019 08:08 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Makin Ditekan Amerika Serikat, Raksasa Medsos Ini Bakal Jaga Jarak dengan Pemerintah China. (FOTO: TikTok)

Makin Ditekan Amerika Serikat, Raksasa Medsos Ini Bakal Jaga Jarak dengan Pemerintah China. (FOTO: TikTok)

TikTok telah berulang kali bela diri atas kecemasan AS soal privasi dan keamanan data

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Baca Juga

Aplikasi video singkat TikTok dituding membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat. Bahkan, para anggota parlemen Negeri Paman Sam menjadikan anak perusahaan ByteDance itu sebagai target pengawasan mereka.

Bahkan, Kepala TikTok, Alex Zhu sampai mendapat pertanyaan: jika Presiden China, Xi Jinping meminta TikTok menyerahkan data pengguna, apa langkah yang ia ambil?

"Saya akan menolaknya," kata Zhu, dikutip dari SCMP, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Takut Teknologi Disalahgunakan China, DPR Amerika Minta Trump Lakukan Ini!

TikTok telah berulang kali membela diri atas kecemasan AS soal privasi dan keamanan data dan mengatakan, data pengguna AS disimpan di pusat data lokal dengan data cadangan di Singapura.

Sayangnya, mereka tetap diragukan oleh pihak AS. "TikTok mengklaim tak menyimpan data pengguna Amerika di China, itu bagus. Namun, perusahaan induk mereka rentan terhadap permintaan transfer data ke tangan pemerintah China kapanpun itu," jelas Senator Republik, Josh Hawley.

Menanggapi meningkatnya tekanan dari Paman Sam, aplikasi China itu dikabarkan menjaga jarak dengan Pemerintah China demi citra merek dan ekspansinya.

Baca Juga: Siap Tantang Spotify dan Apple Music, Perusahaan Raksasa China Ini Bakal Rilis . . . .

Pendiri dan CEO ByteDance, Zhang Yiming berujar, perusahaannya akan fokus pada akuisisi pengguna aplikasi di negara di luar pasar terkuatnya, berdasarkan laporan Reuters.

Dalam catatannya, Zhang menuliskan, "(kami akan) terus melakukan diversifikasi pertumbuhan TikTok, meningkatkan investasi di pasar yang lebih lemah."

Zhang tak menyebutkan tekanan dari AS secara spesifik, tapi ia juga menuliskan soal peningkatan kemampuan dalam menangani masalah global dan juga memperkuat perlindungan data pengguna.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA