Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Rektor IPB University Puji Model Kerja Sama di Jepang

Rabu 20 Nov 2019 19:41 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana pembukaan Kagoshima University Rendai Alumni Network International Symposium.

Suasana pembukaan Kagoshima University Rendai Alumni Network International Symposium.

Foto: Dok IPB University
IPB University aktif dalam hal kerja sama dengan luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Rektor IPB University, Prof Arif Satria memuji model kerja sama yang dibangun Kagoshima University dengan pemerintah daerah dan lembaga riset di Jepang. Menurutnya,  model yang dibangun Kagoshima University ini perlu ditiru oleh perguruan tinggi di Indonesia.

Prof Arif menyampaikan  hal tersebut dalam Kagoshima University Rendai Alumni Network International Symposium di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

“Lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia sudah saatnya bersinergi, saling support dan saling memperkuat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Arif memamerkan inovasi-inovasi yang berhasil diciptakan peneliti-penelitinya. Menurutnya, IPB University memiliki ruang khusus yang dijadikan tempat untuk memamerkan produk-produk tersebut.

Sementara itu, Direktur Program Internasional IPB University, Prof Iskandar Zulkarnaen menjelaskan,  bahwa simposium ini memperkenalkan sistem pendidikan di Kagoshima dan riset yang akan dikembangkan di Indonesia.

“IPB termasuk aktif dalam hal kerja sama dengan luar negeri. Setiap tahun, targetnya ada seribu orang ke luar negeri. Saat ini fokus IPB University di program ASEAN  plus plus. Selain itu kita juga menawarkan summerschool dan student exchange. Dalam hal riset, akan diidentifikasi, mana saja yang relevan,” ujarnya.

Pada simposium ini, Prof Kazuro Momii dari Kagoshima University menyampaikan informasi program Rendai. Rendai didirikan pada tahun 1988 sebagai Program Doktoral independen selama tiga tahun bekerja sama dengan universitas yang berbeda.

Saat ini, Rendai terdiri dari Universitas Saga, Universitas Kagoshima dan Universitas Ryukyus. Tujuan Rendai adalah untuk mengembangkan tenaga doktoral kreatif dalam ilmu pertanian dan perikanan untuk mempromosikan penelitian dasar dan terapan yang berkaitan dengan bidang-bidang ini.

“Selama 31 tahun, sudah 950 siswa yang kursus, termasuk 553 siswa internasional dan 138 doktor disertasi termasuk 24 orang asing. Total 1088 mahasiswa yang menerima gelar doktor dari Sekolah Rendai,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA