Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Anggaran Transportasi Kereta Ibu Kota Baru Rp 209 Triliun

Rabu 20 Nov 2019 18:58 WIB

Red: Friska Yolanda

Transportasi massal, Mass Rapid Transit (ilustrasi)

Transportasi massal, Mass Rapid Transit (ilustrasi)

Foto: Fakhri Hermansyah
Besarnya anggaran transportasi itu karena pemerintah harus membangun dari awal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa indikasi anggaran untuk pembangunan transportasi perkeretaapian di ibu kota baru membutuhkan dana sekitar Rp 209,6 triliun. Besarnya anggaran tersebut karena pemerintah harus memulai dari awal.

Baca Juga

"Biaya itu terdiri dari pembangunan stasiun, kereta api subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam rapat kajian bersama dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (20/11).

Selain karena harus memulai dari awal, pemerintah juga harus menganggarkan untuk teknologinya. Namun, masih ada kemungkinan perubahan angka untuk kebutuhan anggaran itu.

"Tentunya ini pembangunan baru dan segala macamnya, dan teknologi yang kita buat itu kan 'smart city', tetapi ini masih hitungan awal, masih perlu kita lakukan validasi lagi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko juga menyampaikan, indikasi kebutuhan anggaran untuk transportasi darat (di luar perkeretaapian) mencapai sebesar Rp 4,07 triliun. Dana ini di antaranya untuk pembangunan terminal, pembangunan halte, kelengkapan jalan, bus air, dan pelabuhan penyeberangan.

Untuk transportasi udara, dipaparkan, indikasi kebutuhan anggarannya sebesar Rp 7,35 triliun. Dana sebesar itu untuk untuk pengembangan bandar udara Sipinggan dan AAP Samarinda.

Sedangkan pembangunan transportasi laut sebesar Rp 1,37 triliun untuk pengembangan terminal dan rehabilitasi dermaga, subsidi operasional, pengembangan VTS, penetapan traffic separation scheme dan lainnya.

Selain itu, terdapat juga anggaran untuk melakukan studi perencanaan transportasi sebesar Rp 30 miliar, digunakan untuk melakukan Feasibility Study, masterplan dan detail engineering design (DED).

Ia mengatakan rencana pembangunan infrastruktur transportasi itu juga mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada seperti bandara dan pelabuhan.

"Kami akan mengoptimalkan yang sudah ada, kita tingkatkan. Prinsipnya beberapa fasilitas sudah ada di sana seperti pelabuhan, darat, dan laut. Ada yang baru ya sesuai dengen perencanaan itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA