Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Gandeng Cermati.com, Bukalapak Buka Layanan Ajuan Kartu Kredit Online

Kamis 21 Nov 2019 04:04 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gandeng Cermati.com, Bukalapak Buka Layanan Ajuan Kartu Kredit Online. (FOTO: Aprillio Akbar)

Gandeng Cermati.com, Bukalapak Buka Layanan Ajuan Kartu Kredit Online. (FOTO: Aprillio Akbar)

Total transaksi kartu kredit mencapai Rp 314 triliun sepanjang tahun 2018.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Marketplace produk keuangan Cermati.com meluncurkan fitur layanan digital pengajuan kartu kredit online melalui platform Bukalapak. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dalam mengatur keuangan dengan lebih efektif.

Fitur yang dinamakan Ajukan Kartu Kredit Online ini hanya membutuhkan waktu maksimal 3 hari kerja setelah pengajuan melalui Bukalapak untuk proses verifikasi dan pelengkapan dokumen. Hal ini ditujukan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dalam mengatur keuangan dengan lebih efektif.

Baca Juga: Mau Jadi Penyalur KUR, Bukalapak Lobi-lobi Kemenkop-UKM

Data Bank Indonesia menunjukkan, total transaksi kartu kredit mencapai Rp 314 triliun sepanjang tahun 2018, angka ini naik 41 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa kartu kredit masih menjadi salah satu alat pembayaran nontunai (cashless) yang sangat diminati masyarakat Indonesia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Faktor pendorong kenaikan transaksi kartu kredit antara lain penawaran aneka promo, mulai dari diskon, point rewards, cashback, hingga cicilan 0 persen dari bank penerbit untuk nasabah. Selain itu, tren kenaikan transaksi di sejumlah marketplace di tanah air juga menjadi salah satu alasan mengapa metode pembayaran menggunakan kartu kredit digital kian populer. 

Namun, berdasarkan laporan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, tingkat literasi atau pemahaman masyarakat tentang produk keuangan masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 38 persen. Dengan begitu, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan akses ke layanan kartu kredit karena kurangnya data skor kredit. Beberapa kalangan juga belum bisa menemukan kartu kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan, merasa kesulitan mendapatkannya secara online, atau memaksimalkan penggunaannya dalam membantu mengelola keuangan.

"Cermati.com yakin bahwa kerja sama dengan Bukalapak dapat memberikan kemudahan akses memiliki produk keuangan secara online sekaligus meningkatkan literasi keuangan pengguna. Ke depannya, kami ingin terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat kartu kredit untuk mengatur keuangan yang lebih ekonomis dan terkontrol," kata Chief Business Officer Cermati.com, Carlo Gandasubrata, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11/2019).

Sementara itu, Co-Founder and President Bukalapak, Fajrin Rasyid, menyambut baik kerja sama ini.

"Bukalapak masih memiliki potensi besar dalam memperluas pasar pengguna kartu kredit melalui platform digital. Hingga saat ini, terdapat 17 Juta pengguna Bukalapak yang belum pernah bertransaksi menggunakan kartu kredit," kata Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11/2019).

Fajrin juga menambahkan, program yang diluncurkan mulai tanggal 14 November 2019 ini menargetkan tambahan nasabah hingga lima ribu pengguna pada kuartal pertama. 

Selain ditawarkan dengan tahapan yang mudah dan proses pengajuan yang singkat, fitur ini juga menghadirkan promo berupa credits belanja senilai Rp100 ribu bagi user yang telah mendapat persetujuan pengajuan kartu kredit. Selanjutnya, credits tersebut dapat dinikmati oleh pengguna untuk berbelanja di Bukalapak. Promo yang dapat digunakan untuk berbelanja di Bukalapak ini berlaku untuk pengajuan kartu kredit hingga 31 Desember 2019.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA