Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

BI Komitmen Majukan Ekonomi Syariah

Rabu 20 Nov 2019 14:02 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Foto: Humas BI
BI punya Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan ISEF yang rutin digelar setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus mengajak semua pihak memajukan ekonomi syariah. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Suhaedi menekankan segala upaya tersebut harus dilakukan secara bersama-sama.

"BI selalu mengajak agar dalam memajukan ekonomi syariah ini, berjamaah," kata dia seusai mewakili Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menerima penghargaan Anugerah Syariah Republika 2019 sebagai tokoh syariah, Selasa (19/11).

Suhaedi menyampaikan, BI punya ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang rutin digelar setiap tahun. Acara tersebut khusus dibuat sebagai ajang berkumpul dan berinteraksinya para pelaku ekonomi syariah.

Dengan berbagai program yang ada didalamnya, diharapkan para pemain di industri bisa meningkatkan kapasitas masing-masing. Sehingga akhirnya bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi syariah secara menyeluruh.

Menurut Suhaedi, Gubernur BI dan seluruh jajarannya berkomitmen kuat untuk terus memajukan ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional. Salah satu kebijakan utamanya, yakni dengan penciptaan rantai nilai halal.

"Kita kembangkan pesantren, UMKM, pariwisata, hingga kawasan industri untuk masuk pada rantai nilai halal," katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian juga adalah sektor pariwisata halal. Pengembangannya secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu meningkatkan devisa. Meski BI belum menghitung devisa dari hasil pariwisata halal, Suhaedi mengatakan, pemerintah masih berupaya memaksimalkan usaha.

BI bersinergi dengan Kementerian Pariwisata yang juga memberi perhatian lebih pada pariwisata halal. Pemerintah mendorong agar para pelaku industri bisa membuat wisatawan mancanegara merasa betah di dalam negeri.

"Semakin mereka betah, semakin lama tinggal di sini, kemudian devisanya pun semakin besar," katanya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA