Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

IPO di Hong Kong, Ini Harga Saham yang Dipatok Alibaba

Rabu 20 Nov 2019 13:27 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Alibaba

Alibaba

Foto: EPA
Alibaba menargetkan bisa meraup dana 12,9 miliar dolar AS dari IPO di Hong Kong.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Raksasa e-commerce China, Alibaba, akan mengumpulkan dana hingga 12,9 miliar dolar AS dalam penawaran umum saham keduanya (secondary listing) di bursa saham Hong Kong. Alibaba akan menetapkan harga sahamnya untuk calon investor institusi di level 176 dolar Hong Kong.

Harga saham yang dipatok Alibaba ini lebih rendah 2,8 persen dari harga penutupan di bursa saham New York.

Listing keduanya ini akan membuat Alibaba memperoleh dana hingga 88 miliar dolar Hong Kong (sekitar 11,3 miliar dolar AS) sebelum opsi penjatahan (greenshoe) dilakukan. Angka 8 kerap dikaitkan dengan kemakmuran dan keberuntungan dalam budaya China.

"Nilai ini bisa naik menjadi 12,9 miliar dolar AS jika opsi greenshoe dijalankan," menurut tiga sumber dilansir di Reuters, Rabu (20/11).

Sumber terpisah mengatakan harga akhir akan ditetapkan pada level 176 dolar Hong Kong per saham pada Rabu (20/11) ini. "Kecuali jika ada perubahan dramatis dalam kondisi pasar, nilai itu akan menjadi harga akhir," kata sumber itu.

Alibaba terus maju dengan rencananya untuk listing di bursa Hong Kong meskipun perang perdagangan AS dan China yang sedang berlangsung di bekas koloni Inggris, yang telah didorong ke dalam resesi oleh lebih dari lima bulan kerusuhan.

Perusahaan yang terdaftar di New York lima tahun lalu sebelumnya telah mengindikasikan bahwa pihaknya dapat mengumpulkan hingga 13,4 miliar dolar AS jika opsi greenshoe dijalankan.

Saham Alibaba ditutup di New York pada hari Selasa pada 185,25 dolar AS, yang merupakan 0,35 persen lebih tinggi untuk sesi ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA