Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

SYL Siapkan Program untuk Genjot Ekspor Hasil Pertanian

Rabu 20 Nov 2019 07:48 WIB

Rep: Deddy Darmawan Nasution/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen tak membiarkan adanya alih fungsi lahan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen tak membiarkan adanya alih fungsi lahan.

Foto: Kementan
Program khusus yang disiapkan untuk upaya peningkatan ekspor produk hasil pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan program khusus untuk upaya peningkatan ekspor produk hasil pertanian. Program akselerasi ekspor tersebut akan dimulai pada Januari mendatang.

"Kita akan membuat program akselerasi ekspor dengan target peningkatan hingga tiga kali lipat dari saat ini," kata Syahrul dalam keterangannya, Selasa (19/11) malam.

Ia menuturkan, seluruh jajaran Kementerian Pertanian telah diminta untuk bisa bekerja lebih serius dengan para kepala daerah untuk mempersiapkan program khusus tersebut. Namun, ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai program peningkatan ekspor yang bakal dijalankan mulai tahun depan.

Baca Juga

Syahrul berharap agar setiap kepala daerah yang di daerahnya terdapat komoditas pertanian unggulan untuk lebih memperhatikan potensi sektor pertanian berorientasi ekspor. Insentif dari daerah diperlukan untuk mendorong para petani.

Pemerintah, tambah Syahrul, butuh dukungan perbankan dalam meningkatkan kemampuan daya saing produk hasil pertanian untuk merambah pasar global. Ia meminta agar KUR dengan bunga enam persen bisa diberikan kepada para petani maupun UMKM sektor pertanian.

"Secara khusus, saya juga minta kepada para gubernur untuk membantu menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat yang dikhususnya untuk para eksportir pertanian," kata Syahrul.

Sementara itu, ia menuturkan bahwa Kementan sudah menyiapkan perangkat teknologi untuk mendongkrak kualitas dan kuantitas produk pertanian. Itu digunakan sebagai alat untuk mendorong agar komoditas pertanian nasional bisa diterima di luar negeri. "Kita memiliki berbagai teknologi dan bantuan mekanisasi ini bisa menghasilkan keuntungan bagi kita," ujarnya. 

photo
Mentan SYL menggelar makan siang bersama bersama awak media massa di kantin Kementan, Rabu (20/11). Tampak mendampingi Mentan yakni Kadistan Kabupaten Toli-Toli, Rustan Rewa.
Salah seorang pejabat yang hadir pada saat makan bersama awak media adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toli-Toli, Rustan Rewa. Menurut dia Kabupaten Toli-Toli berkeinginan menjadi daerah yang swasembada pangan. Karena itu, menurut Kepala Dinas Kabupaten Toli-Toli, Rustan Rewa, berharap Kementerian Pertanian bisa membantu sektor pertanian di wilayah kerjanya. Semisal padi dan tanaman sayur-sayuran serta peternakan.

Kabupaten Toli-Toli, katanya,  harus menjadi lumbung pangan Provinsi Sulawesi Tengah dan bahkan berkontribusi untuk nasional. "Kami optimitis pengembangan sektor pertanian akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Pak Syahrul," katanya, usai makan siang bersama Mentan Sahrul Yasin Limpo dan awak media massa, Rabu (20/11) Hadir pula sejumlah pejabat di jajaran Kementrian Pertanian.

Menanggapi pernyataan Mentan ihwal pengembangan ekspor sektor pertanian Rustan sepakat menerapkannya di wilayah kerjanya. "Tentu kami sangat mendukung program beliau (Mentan-red) kita gerakkan semua lapisan untuk program tersebut," ujarnya kepada Republika.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA