Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Tarif 20 Lintas Penyeberangan Naik Mulai 1 Desember

Rabu 20 Nov 2019 01:00 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Pemudik tujuan Sumatera antre memasuki kapal di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (2/6).

Pemudik tujuan Sumatera antre memasuki kapal di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (2/6).

Foto: Republika/Prayogi
Kenaikan tarif tersebut berdasarkan usulan pelaku usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tarif 20 lintas penyeberangan diputuskan naik mulai 1 Desember oleh Kementerian Perhubungan. Kenaikan tarif tersebut berdasarkan usulan pelaku usaha.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Kemenhub Budi Setiyadi dalam Rapat Koordinasi Natal dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Selasa (19/11) mengatakan bahwa peraturan mengenai kenaikan tarif hampir rampung dan sudah disetujui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Regulasinya sudah sampai ke Pak Menhub, saya kira mungkin akan cepat, minggu ini bisa diselesaikan," katanya.

Dia menjelaskan jika aturan rampung, tahap selanjutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat. Berdasarkan data Kemenhub, sosialisasi tersebut menyasar ke sejumlah pelabuhan besar dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) seperti PT ASDP Indonesia Ferry, Asosiasi, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Jasa Raharja.

Tiga titik utama sosialisasi yakni Pelabuhan Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Lembar-Padangbai.

Adapun besaran kenaikan tarif ini beragam yang berlaku di 20 lintas penyeberangan. Untuk masing-masing lintas, besaran kenaikan juga berbeda-beda berdasarkan golongan yang ditetapkan.

"Ini penting karena ada beberapa info ke saya bahwa beberapa operator agak susah biaya operasional sehingga ada keterlambatan bayar gaji, merawat supaya maksimal," kata Budi Setiyadi.

Ia juga meyakini penyesuaian tarif ini tidak akan mengganggu masa angkutan Natal dan Tahun Baru mengingat penerapannya jelang musim ramai tersebut. Menurut Budi, penyesuaian ini dinilai perlu karena selama 16 tahun belum ada penyesuaian. Berdasarkan aturan seharusnya dalam tiga tahun ada penyesuaian sebesar 38 persen. ”Penyesuaian harganya kira-kira 10 persen,” katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA