Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Dishub DKI Tingkatkan Kapasitas Bus Transjakarta

Selasa 19 Nov 2019 22:20 WIB

Red: Ratna Puspita

Bus Transjakarta

Bus Transjakarta

Foto: Thoudy Badai
Peningkatan ini menyusul rencana penambahan jadwal Kereta Commuter mulai 1 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meningkatkan kapasitas dari moda transportasi bus Transjakarta. Peningkatan ini menyusul rencana penambahan jadwal Kereta Commuter (Kereta Rel Listrik/KRL) di semua lintasan mulai 1 Desember 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan adanya penambahan jadwal kereta yang juga menambah interval waktu melintas di perlintasan sebidang. Kondisi itu akan mempercepat proses transisi moda transportasi dari pribadi ke publik.

"Semakin seringnya pintu lintasan tertutup, pengendara akan jenuh dan secara perlahan akan beralih ke Transjakarta. Begitu pergerakan orang di setiap perlintasan terhambat, kemacetannya panjang mereka akan mendapat suasana baru, bahwa lebih baik saya naik Transjakarta," kata Syafrin di Jakarta, Selasa (19/11).

Baca Juga

Meski Transjakarta tetap ikut mengantre dalam lintasan rel, kata Syafrin, moda transportasi tersebut memiliki keistimewaan dengan adanya jalur khusus yang dilengkapi dengan penerapan tilang elektronik di beberapa ruas jalur Transjakarta. "Walaupun dia dalam antrean rel, tapi dia mendapat prioritas untuk melintas karena dia ada jalur sendiri," tuturnya.

Kendati demikian, Syafrin menegaskan pihak Pemprov DKI Jakarta tidak serta-merta melupakan kenyamanan pengendara pribadi. DKI tetap akan membangun underpass ataupun jalan layang (fly over) di jalan-jalan protokol yang memiliki pelintasan sebidang dengan jalur kereta api.

"Di lingkar luar Jakarta, itu fly over, kalau di lingkar dalam, kami dorong untuk underpass. Misalnya di Senen, Kemayoran semuanya kita dorong dibangun di bawah jadi mulai Manggarai, Dukuh Atas dan seterusnya itu semuanya kita dorong di bawah karena rencana ada hub line," ucapnya menambahkan.

Diketahui mulai 1 Desember 2019, PT KCI akan memberlakukan penambahan jumlah perjalanan KRL pada triwulan pertama pemberlakuan Gapeka 2019 ini sebanyak 86 Loop dengan 960 perjalanan KRL. Jumlah total sarana KRL yang dioperasikan sebanyak 1.100 unit kereta.

Jumlah perjalanan KRL untuk lintas Bogor Line sebanyak 405 perjalanan KRL yang terdiri dari Center Line (Bogor/Depok Jakarta Kota PP) terdapat 227 perjalanan dengan headway pada peak hour selama lima menit. Lalu, lintas Loop Line (Bogor/Depok Jatinegara PP) terdapat 178 perjalanan dengan headway pada peak hour selama lima menit.

Sedangkan Jumlah perjalanan KRL Bekasi Line (Cikarang/Bekasi Jakarta Kota PP) sebanyak 174 perjalanan setiap harinya dengan headway pada peak hour selama 11 menit. Untuk lintas Serpong Line (Rangkasbitung/Parung Panjang/Maja/Serpong Tanah Abang PP), terdapat 178 perjalanan KRL pada lintas tersebut dengan headway pada peak hour selama 10 menit.

Sedangkan di lintas Tangerang Line (Tangerang-Duri PP) pada pemberlakuan Gapeka 2019 ini, terdapat perjalanan KRL sebanyak 98 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 15 menit. Sementara untuk lintas Tanjuk Priok Line (Tanjung Priok-Jakarta Kota PP) pada triwulan pertama Gapeka 2019 ini terdapat total perjalanan KRL sebanyak 56 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 30 menit.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA