Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

47 Perguruan Tinggi Masuk Klasterisasi Penelitian Mandiri

Rabu 20 Nov 2019 02:17 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

Peneliti di laboratorium penelitian (Ilustrasi)

Peneliti di laboratorium penelitian (Ilustrasi)

Foto: Corbis
47 perguruan tinggi termasuk negeri dan swasta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan klasterisasi perguruan tinggi berdasarkan penelitian yang selama ini dilakukan. Berdasarkan klasterisasi tersebut, sebanyak 47 perguruan tinggi negeri dan swasta masuk ke dalam klaster mandiri. 

Baca Juga

Klaster mandiri merupakan kelompok perguruan tinggi yang dinilai mampu melakukan penelitian sendiri. Artinya, secara keseluruhan ekosistem penelitian di perguruan tinggi tersebut dianggap sudah memenuhi standar yang ditetapkan. 

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, pemeringkatan ini diharapkan mendorong ekosistem riset di perguruan tinggi agar lebih baik. "Penting ketika kita menentukan prioritas riset nasional, kita berikan penugasan ke perguruan tinggi yang sudah cocok menjadi mitra peneliti. Jadi poin saya adalah pemeringkatan ini dilihat secara serius, dan apabila dirasakan masih ada yang kurang tolong dipelajari apa kekurangannya," kata Bambang, di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (19/11). 

Urutan klasterisasi yang ditetapkan Kemenristek adalah mandiri, utama, madya dan binaan. Total perguruan tinggi yang diklasterisasi yakni 1.977 PTN dan PTS. Angka ini meningkat dari periode 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447. 

Sepuluh besar perguruan tinggi dengan kinerja tertinggi adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Udayana. 

Di dalam klasterisasi ini, Bambang mengungkapkan dirinya bangga karena banyak PTS yang masuk ke dalam klasterisasi mandiri. Hal ini menunjukkan semakin banyak PTS yang ingin mengarahkan pendidikan mereka kepada penelitian. PTS, kata Bambang, saat ini tidak hanya fokus di dalam pengajarannya saja, tapi semakin sadar untuk meningkatkan reputasinya supaya bisa bersaing dengan PTN. 

PTS yang masuk ke dalam klaster mandiri antara lain adalah Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Telkom, dan Universitas Atma Jaya. "Klaster mandiri biasanya didominasi PTN. Tapi sekarang banyak PTS yang masuk, demikian juga dengan perguruan tinggi dari luar Jawa," kata Bambang. 

Sementara itu, Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati mengatakan tentunya 47 perguruan tinggu di klaster mandiri akan mendapatkan keuntungan. "Jatah hibah penelitian ke mereka lebih besar dan otomatis mereka akan punya keleluasaan dalam melakukan fokus penelitian," kata Dimyati. 

Lebih lanjut, Dimyati juga mengatakan ke depannya BRIN akan mengatur agar penelitian-penelitian yang dilakukan tidak tumpang tindih. BRIN juga akan mengupayakan agar penelitian yang dilakukan sesuai dengan prioritas riset nasional. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA