Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Jumlah Konglomerat Indonesia dalam Daftar Dunia Menyusut

Selasa 19 Nov 2019 13:43 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Huft, Tahun Ini Jumlah Konglomerat Indonesia dalam Daftar Dunia Menyusut. (FOTO: Forbes)

Huft, Tahun Ini Jumlah Konglomerat Indonesia dalam Daftar Dunia Menyusut. (FOTO: Forbes)

Dari Indonesia sendiri, tahun ini hanya menyumbang 4 nama saja.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Baca Juga

Selain Forbes yang kerap memberikan peringkat untuk orang-orang terkaya di dunia, Bloomberg juga demikian. Mereka kembali merilis daftar harian orang terkaya di dunia. Meski miliarder asal Indonesia masih menghiasi daftar tersebut, namun jumlahnya berkurang dari tahun lalu.

Bloomberg merilis 500 Bloomberg Billionaires Index, yakni daftar 500 orang miliarder dari berbagai negara.

Baca Juga: Berharta Rp63 Triliun, Makanan Favorit Konglomerat Ini Sederhana Banget

Dari Indonesia sendiri, tahun ini hanya menyumbang 4 nama saja. Padahal, tahun sebelumnya ada 6 nama yang bertengger di sana.

Keempat miliarder tersebut adalah Budi Hartono, Michael Hartono, Tan Siok Tjien, serta Prakash Lohia. Budi dan Michael Hartono menempati posisi ke-83 dan 91 dengan kekayaan masing-masing 15,7 miliar dolar AS (Rp 220,9 triliun) dan 14,7 miliar dolar AS (Rp 206,9 triliun).

Baca Juga: Adu Harta Milik Jack Ma vs Budi Hartono 'Pentolan' Indonesia, Selisihnya. . .

Pemilik produsen hampir seperlima dari rokok yang diproduksi di Indonesia ini juga merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Bank terbesar di Indonesia ini memiliki pendapatan Rp 63 triliun (4,3 miliar dolar AS) pada 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA