Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Deputi Baru Kementerian BUMN Diisi Orang Kuat Administrasi

Selasa 19 Nov 2019 13:14 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

 Arya Sinulingga (kiri)

Arya Sinulingga (kiri)

Foto: Antara/Ismar Patrizki
Sesmen dan deputi BUMN telah memiliki pengalaman di bidang bisnis korporasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Kementerian (sesmen) BUMN dan enam deputi Kementerian BUMN yang diberhentikan akan ditempatkan di sejumlah direksi BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan mantan sesmen dan deputi Kementerian BUMN siap menempati posisi barunya di direksi BUMN.

Baca Juga

"(Mereka) bersedia, mereka orang-orang profesional dan akan ditempatkan di BUMN-BUMN," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (19/11).

Arya menilai mantan sesmen dan deputi Kementerian BUMN telah memiliki pengalaman di bidang bisnis korporasi. Oleh karenanya, perpindahan kembali ke direksi BUMN bukan sebuah hal yang mengejutkan. Mengenai adanya indikasi rangkap jabatan, mengingat mantan deputi telah menjadi komisaris di sejumlah BUMN, Arya akan melihat kembali peraturan yang ada.

"Nanti kita lihat aturan main, kalau memang masih bisa komisaris dan direktur kenapa tidak, tapi kalau misalnya tidak bisa yang tentu tidak boleh," ucap Arya. 

Arya juga enggan membocorkan penempatan posisi di BUMN. Menurutnya, terbuka peluang bagi mantan deputi menempati posisi direktur utama sejumlah BUMN.

"Apakah jadi dirut atau tidak, bisa iya, bisa tidak, yang pasti di direksi BUMN," lanjut Arya. 

Arya menyampaikan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro; Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah; Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra; Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry; Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro; dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo, telah menerima surat keputusan (SK) pemberhentian pada Senin (18/11).

Sementara, SK untuk Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro masih dalam penyelesaian proses administrasi.

"Yang enam (orang) sudah terima SK, kecuali Pak Aloy belum, menyusul," kata Arya. 

Arya menyampaikan, posisi tiga deputi akan diisi orang-orang yang memiliki kapasitas dalam bidang administrasi. Kebijakan baru Erick Thohir juga merampingkan struktur organisasi deputi, dari tujuh deputi menjadi tiga deputi. Otomatis, kata Arya, akan ada perubahan nama dan fungsi tiga deputi ke depan agar tidak tumpang tindih dengan tugas wakil menteri.

"Pembagian tugasnya, wamen lebih banyak mengurusi bisnis, deputi lebih mengurusi administrasi," ungkap Arya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA