Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Tommy Soeharto akan Bertemu PKS Hari Ini

Selasa 19 Nov 2019 12:39 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Umum Partai Berkaya,Tommy Soeharto.

Ketua Umum Partai Berkaya,Tommy Soeharto.

Foto: Partai Berkarya
Partai Berkarya siap membuka pintu koalisi dengan PKS di pilkada.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Partai Berkarya diagendakan bertemu dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada hari ini, pukul 16.00 WIB. Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto akan memimpin partainya dalam kunjungannya ke kantor DPP PKS.

Baca Juga

"Pimpinan Partai Berkarya yang rencana akan hadir: Hutomo Mandala Putra, Titiek Soeharto, Tedjo Edy, Priyo Budi Santoso, dan Neneng Tuty," ujar Ketua DPP PKS Pipin Sopian saat dikonfirmasi, Selasa (19/11).

Sementara itu, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal akan menyambut kedatangan para petinggi Partai Berkarya. Ia mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas peran oposisi dalam pemerintahan.

"Pelembagaan oposisi untuk menyehatkan demokrasi," ujar Pipin.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengaku bahwa pihaknya siap membuka pintu koalisi bersama untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Sebab, partainya berhasil memperoleh lebih dari 160 kursi DPRD di sejumlah wilayah pada Pemilu 2019. Sehingga, dapat dipastikan bahwa Berkarya juga ingin berkontestasi dalam Pilkada 2020.

"Kami juga berencana membuka kerjasama di pilkada. Ini (160 kursi DPRD) modal dasar dan potensi yang kami syukuri sebagai partai pendatang baru," ujar Priyo.

Priyo mengatakan, Berkarya dan PKS juga akan membahas koalisi usai Partai Gerindra bergabung dengan pemerintahan. Termasuk situasi Indonesia saat ini yang akan menjadi topik utama dalam pertemuan kedua partai tersebut.

"Ada pikiran-pikiran untuk meramu gagasan-gagasan alternatif. Api demokrasi tidak boleh redup hanya karena banyak orang berduyun-duyun merapat kepada kekuasaan. Kualitas demokrasi mestinya tetap harus terjaga," ujar Priyo.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA