Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Anugerah Syariah Republika 2019 Digelar, Intip Pemenangnya

Selasa 19 Nov 2019 05:08 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Anugerah Syariah Republika 2018. Komisaris Utama Mahaka Media Erick Thohir (tengah atas), Menpan RB Syafruddin (kempat kiri), Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan) berfoto bersama seluruh pemenang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 di Jakarta, Kamis (8/11).

Anugerah Syariah Republika 2018. Komisaris Utama Mahaka Media Erick Thohir (tengah atas), Menpan RB Syafruddin (kempat kiri), Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan) berfoto bersama seluruh pemenang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 di Jakarta, Kamis (8/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Anugerah Syariah tahun ini bertema Industri Syariah untuk Kebangkitan Ekonomi Umat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika Group menggelar kembali perhelatan apresiasi para pelaku industri ekonomi syariah, Anugerah Syariah Republika (ASR) 2019, Selasa (19/11), di Jakarta. ASR merupakan salah satu cara Republika untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional.

Baca Juga

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika, Nur Hasan Murtiaji menyampaikan ASR adalah penghargaan tertinggi Republika kepada institusi keuangan syariah seperti perbankan, asuransi, finansial teknologi (fintek), dan multifinance. Selain itu, bagi para pelaku keuangan sosial syariah seperti lembaga filantropi, dan industri halal dalam tujuan wisata halal (ramah Muslim) terfavorit.

ASR juga secara rutin mengapresiasi tokoh yang berjasa dalam pengembangan ekonomi syariah tanah air. Tahun ini, Republika mendaulat dua orang terpilih sebagai tokoh syariah dan kepala daerah terinovatif.

Mereka dinilai tidak hanya memiliki kiprah nyata di masing-masing bidang, namun juga memberikan dampak yang besar di masyarakat dan bangsa. Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika, Nur Hasan menambahkan ASR tahun ini merupakan ajang yang ketiga kalinya. 

Setiap tahun, tidak bisa dipungkiri bahwa lembaga keuangan syariah maupun industri halal terus menjadi arus baru perekonomian Indonesia saat ini. "Mereka menjadi salah satu penopang tetap terjaganya pertumbuhan ekonomi nasional," katanya, Senin (18/11).

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim, industri syariah nasional mesti berada di paling depan dalam menyediakan dan memfasilitasi keperluan masyarakat terhadap produk dan jasa halal. Bahkan, produk dan jasa halal dalam negeri harus bisa menembus mancanegara.

Selain peran tersebut, mereka juga menjadi bagian dari proses mengedukasi dan menggencarkan tentang pentingnya perekonomian syariah kepada masyarakat luas. Pada era digital saat ini, edukasi dan sosialisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menyemarakkan perekonomian syariah itu sendiri.

"Republika sebagai bagian dari ekosistem ini memandang penting memberikan penghargaan kepada mereka yang berperan strategis mendorong tumbuh dan maraknya perekonomian syariah," katanya.

Ketua Pelaksana ASR 2019, Elba Damhuri mengatakan tema ASR tahun ini adalah 'Industri Syariah untuk Kebangkitan Perekonomian Umat'. Republika konsisten mengiringi upaya pemerintah yang sedang gencar mendorong dan mengarusutamakan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan nasional.

"Dilaksanakannya ASR 2019 diharapkan dapat menjadi pemicu pelaku usaha untuk lebih gencar mengembangkan industri syariah Tanah Air," ujar Elba, Selasa (19/11).

Sudah selayaknya para pelaku industri mendapatkan penghormatan dan penghargaan atas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mengikis jurang kesenjangan sosial dan ekonomi. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori.

Kriteria penilaian berbasiskan data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2018 dan semester I tahun berjalan. Selain kuantitatif, penilaian juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik atau konsumen.

Penilaian ketiga didasarkan pada inovasi yang telah dilakukan para pelaku industri. Republika memantau terobosan yang sudah dilakukan, produk-produk yang dimiliki dan kegiatan-kegiatan yang digelar.

Penilaian keempat, Republika juga memasukkan unsur edukasi dan sosialisasi. Apakah industri keuangan syariah di Tanah Air gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, mengajak masyarakat tahu, paham, dan akhirnya menjadi stakeholder mereka.

Tokoh syariah ASR 2018 yang juga pendiri Karim Consulting, Adiwarman Karim mengapresiasi setiap upaya yang mendorong pelaku industri untuk lebih maju lagi. Menurutnya, sebagai industri yang relatif muda, industri ekonomi syariah sangat memerlukan dukungan dalam berbagai bentuk.

"Termasuk apresiasi dari media untuk kinerja nya," kata Adi.

ASR merupakan penghargaan tertinggi dari media yang memiliki basis pembaca umat Islam. Sehingga ini dapat memberikan nilai yang lebih spesial bagi para pelaku industri.

Pengamat Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor, Irfan Syauqi Beik menambahkan apresiasi untuk Republika atas terlaksananya ASR 2019. Menurutnya, pagelaran tersebut menunjukkan komitmen Republika untuk pengembangan ekonomi syariah.

"Saya kira ini suatu yang luar biasa dan memang ekonomi syariah harus terus disuarakan sehingga berpengaruh ke kebijakan penguatan oleh negara," katanya.

ASR juga sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar mau menggunakan produknya. Irfan berharap kegiatan ini bisa terus mendorong dan memotivasi pegiat ekonomi syariah agar tetap konsisten dan istiqomah.

Ia mengibaratkan apresiasi dan penghargaan layaknya air bagi orang yang kehausan. Ini akan memberikan energi baru bagi para pelaku industri sehingga bisa terus berkiprah dan berkarya.

"Karena di tengah berbagai tekanan, situasi ekonomi global yang tidak menentu, gejolak perekonomian dunia yang tidak stabil, pelaku industri syariah harus bekerja keras luar biasa," kata dia.

Kondisi seperti ini akan memakan energi dan membuat mereka merasa letih. Dalam kondisi seperti ini, adanya apresiasi dan penghargaan akan menjadi pengisi bahan bakar sehingga bersemangat maju kembali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA