Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Mulai 1 Januari, BKPM Jemput Langsung Investor di Bandara

Senin 18 Nov 2019 18:43 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia gelar Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin, (18/11).a gelar Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin, (18/11).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia gelar Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin, (18/11).a gelar Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin, (18/11).

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
BKPM akan meningkatkan layanan untuk mengkatkan investasi di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya terus menggenjot investasi masuk ke dalam negeri, baik dari lokal maupun asing. Salah satu caranya yakni melalui peningkatan pelayanan terhadap calon investor. 

Baca Juga

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan, investor nantinya mendapat pelayanan berupa penjemputan langsung di bandara. Rencana itu akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2020 mendatang. 

"Selama ini orang mengeluh BKPM tidak mengurus investasi dengan baik. Maka pelayanan ini akan dilakukan kepada teman-teman baik investor asing maupun dalam negeri yang mau datang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan BKPM," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin, (18/11).

Para calon investor, kata dia, cukup memberitahu BKPM tiga hari atau empat hari sebelum kedatangannya. "Selanjutnya nanti kami umumkan secara resmi, dijemput di airport biar tidak salah jalan," kata Bahlil. 

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu menambahkan, orang berkompeten yang nantinya ditugaskan mendampingi investor. Misalnya pejabat BKPM eselon tiga atau empat. 

"Misalnya ada investor dari Sulteng (Sulawesi Tengah) mau ke BKPM pusat, nanti daerah kabari yang di pusat lalu kami siapkan apa yang dia butuh. Nanti ada petugas jemput dia di airport, tunjukkan hotelnya, ajak makan gratis, antar ke kota gratis, tapi hotelnya bayar sendiri," tutur Bahlil.

Baginya layanan ini perlu demi memuaskan investor sekaligus menunjukkan Indonesia sebagai negara ramah investasi. "Investor sekarang adalah raja jadi harus dilayani seperti raja," tuturnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA