Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Erick Thohir 'Bersih-Bersih' Eselon I BUMN

Senin 18 Nov 2019 17:45 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Deputi yang telah lama di BUMN perlu penyegaran dan terlibat langsung di perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar perombakan pejabat eselon I Kementerian BUMN yang meliputi sekretaris Kementerian BUMN dan para deputi mulai berembus. Di sejumlah grup layanan pesan instan, Whatsapp, muncul susunan jabatan baru para deputi yang dipindahkan ke sejumlah BUMN.

Baca Juga

Perombakan tersebut di antaranya, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah akan menjadi wadirut Angkasa Pura 2, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra menjadi wadirut Pelindo 2 dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry akan menjabat dirut Barata.

Selain itu, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro ditunjuk menjadi wadirut Pegadaian, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro menjadi wadirut Danareksa. Sementara, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo menjadi wadirut Bulog dan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro menjadi wadirut Pupuk Indonesia. 

Republika.co.id mencoba meminta konfirmasi kabar ini dari Kementerian BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kabar yang beredar terkait hal tersebut belum sepenuhnya benar.

"Belum benar," ujar Arya saat dihubungi, Senin (18/11). 

Sebelumnya, saat berbincang di ruang media Kementerian BUMN pada Senin (18/11) siang, Arya memang mengisyaratkan terjadinya penyegaran di tubuh deputi Kementerian BUMN. Arya menilai perubahan struktur dilakukan guna efisiensi di tubuh Kementerian BUMN pascamasuknya Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil menteri (wamen) BUMN.

"Dengan adanya wamen, strukturnya jadi besar, sementara kita ingin tetap ramping, efisien," ujar Arya. 

Perubahan struktur juga untuk menghindari tumpang-tindihnya pekerjaan antara wamen dan para deputi. Nantinya, kata Arya, para deputi akan memiliki tugas yang berbeda dengan wamen. Posisi deputi juga akan berada di bawah wamen. Arya menyampaikan perubahan struktur ini akan diajukan dalam bentuk peraturan presiden (perpres).

"Nanti lihat dari sekneg bilang jangan dirampingkan, (tapi) diperbanyak saja, bisa saja, kita tunggu. Nanti ada perpres untuk itu," ujar Arya. 

Arya mengatakan, para deputi nantinya akan ditaruh di sejumlah direksi BUMN. Arya menilai kebijakan ini diambil Menteri BUMN Erick Thohir sebagai upaya penyegaran.

"Kita ingin deputi-deputi yang sudah lama di sini. Mereka perlu juga penyegaran ke perusahaan. Kita minta dan harapkan mereka mau ke perusahaan pegang BUMN," kata Arya. 

Mengenai pengganti para deputi, Arya mengatakan, Erick akan mencari figur bukan dari kalangan partai politik, melainkan figur yang kuat dalam birokrasi dan administrasi. Arya mengindikasikan perubahan juga menjabat pada posisi sekretaris Kementerian BUMN yang dijabat Imam Apriyanto Putro.

"Mungkin, kita lihat lah nanti. Mereka sudah lama di sini butuh penyegaran. Selama ini sudah mereka memandu BUMN, sekarang mereka akan langsung terlibat di BUMN," ucap Arya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA