Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Mendikbud Rela tak Populer demi Sukseskan PAUD

Selasa 05 Nov 2019 17:34 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa Penddidikan Anak Usia DIni (PAUD) Kemuning Jagakarsa berkunjung ke Museum Batik Indonesia di Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (2/10/2019).

Siswa Penddidikan Anak Usia DIni (PAUD) Kemuning Jagakarsa berkunjung ke Museum Batik Indonesia di Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (2/10/2019).

Foto: Thoudy Badai
Hasil dari investasi PAUD tidak bisa langsung dilihat dalam jangka waktu lima tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin berkomitmen dengan peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut Direktur PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhammad Hasbi, Nadiem rela tidak popular demi menyukseskan PAUD.

Baca Juga

Hasbi menuturkan, investasi di bidang PAUD tidak popular dilakukan. Hal tersebut disebabkan, hasil dari investasi pada PAUD tidak bisa langsung dilihat dalam jangka waktu lima tahun pemerintahan. Hasilnya baru akan terlihat setidaknya 15 hingga 20 tahun ke depan.

"Nah, oleh karena itu, maka tidak banyak pemerintah daerah yang memiliki kesadaran untuk investasi besar-besaran di bidang PAUD," kata Hasbi, Selasa (5/11).

Hasbi menuturkan, investasi di bidang PAUD memang tidak populis karena tidak bisa dilihat dalam waktu yang pendek. "Makanya Pak Menteri Nadiem katakan bahwa beliau rela tidak popular karena memang tidak bisa dilihat dalam jangka pendek untuk menghasilkan generasi unggul 20 tahun lagi ke depan," kata dia menjelaskan.

Mendikbud, kata Hasbi, sangat berkomitmen untuk membangun PAUD agar lebih berkualitas. Sebab, sebagai lulusan Universitas Harvard, Nadiem sangat teredukasi dengan ide-ide PAUD sebagai gerbang awal untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yamg berkualitas. "Membangun SDM berkualitas yang telah digaungkan pemerintah negara maju sejak bertahun-tahun lalu," kata dia lagi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA