Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Sejumlah Stasiun Kereta Api Berubah Nama

Senin 18 Nov 2019 13:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Penumpang menunjuk jadwal keberangkatan Kereta Api (KA) jarak Jauh di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi

Penumpang menunjuk jadwal keberangkatan Kereta Api (KA) jarak Jauh di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Sebelum membeli tiket kereta, penumpang diminta memperhatikan nama stasiun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) mulai 1 Desember 2019 akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019. Dengan berlakunya Gapeka 2019, Direktur Niaga KAI Dody Budiawan mengatakan akan ada perubahan nama stasiun sehingga calon penumpang perlu memperhatikannya.

"Ada empat stasiun yang namanya berubah. Jadi nanti membeli di KAI Access perhatikan perubahan nama stasiun," kata Dody di Gedung Jakarta Railways Center, Senin (18/11).

Dody menjelaskan Stasiun Banyuwangi berubah menjadi Stasiun Ketapang dan Stasiun Karangasem menjadi Stasiun Magetan. Begitu juga dengan Stasiun Barat menjadi Stasun Magetan dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi.

Selain itu, Dody menuturkan Gapeka 2019 juga akan berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api. Begitu juga dengan perubahan waktu tempuh dan perubahan relasi kereta api.

Untuk perubahan jadwal kereta api seperti KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Surabaya Pasarturi. "Ini yang semula berangkat pada pukul 09.30 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 08.15 WIB atau lebih awal 75 menit dan juga beberapa jadwal lainnya," ungkap Dody.

Selain itu juga berpengaruh kepada perubahan waktu tempuh kereta api. Salah satunya seperti KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong ke Surabaya Gubeng mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 82 menit dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit.

Selanjutnya yaitu adanya perpanjangan relasi, salah satunya KA Argo Wilis dan Turangga. "Relasi ini sebelumnya Surabaya Gubeng-Bandung kini menjadi Surabaya Gubeng-Bandung- Gambir," tutur Dody.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA