Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Temui Erick Thohir, Chandra Hamzah Enggan Bicara Soal Posisi

Senin 18 Nov 2019 12:00 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah usai bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11).

Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah usai bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Chandra Hamzah pernah menjabat sebagai komisaris utama PLN pada 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah memenuhi undangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN pada Senin (18/11) pagi. Chandra datang dengan mengendarai sepeda motor sekira pukul 08.30 WIB dan bertemu empat mata bersama mantan pemilik Inter Milan tersebut.

Baca Juga

Menurut Chandra, pertemuan dengan Erick yang berlangsung sekira dua jam membahas mengenai upaya memperkuat, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja BUMN ke depan.

Erick juga menanyakan pengalaman Chandra saat menjadi komisaris utama PT PLN (Persero) pada 2014. Chandra membantah dirinya ditawari jabatan oleh Erick.

"Kita hanya bicara BUMN saja, bagaimana BUMN, kinerjanya, ke depannya bagimana,, beberapa koreksi yang perlu diperlu diperbaiki, dan ada aturan hukum yang kita sampaikan," ujar Chandra usai bertemu Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11).

Chandra enggan berandai-andai mengenai kabar dirinya akan menduduki posisi di BUMN.

"Tebak-tebak buah manggis. Tidak ada bicara mengenai masalah posisi, tidak ada bicara masalah jabatan, hanya bicara mengenai visi tentang BUMN seperti apa," kata Chandra menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA