Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Cuaca di Bandung Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG

Senin 18 Nov 2019 11:56 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi cuaca panas.

Ilustrasi cuaca panas.

Foto: AAP
Panas yang dirasakan biasanya berlangsung ketika sebelum terjadi hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memberikan penjelasan tentang cuaca di Kota Bandung beberapa hari terakhir yang cenderung lebih panas. Panas yang dirasakan biasanya berlangsung ketika sebelum terjadi hujan.

"Sebelum terjadi hujan, lingkungan sekitar akan terasa panas. Panas ini yang akan menyebabkan proses evapotranspirasi," ujar Kepala BMKG stasiun Bandung, Tony Agus Wijaya saat dihubungi, Senin (18/11).

Proses evapotranspirasi ini, ia menjelaskan, yaitu uap air yang naik ke atmosfer mengandung panas laten yang terserap selama proses tadi berlangsung. Kemudian ketika uap air bertemu dengan udara maka akan meningkatkan kelembapan. "Kondisi ini yang menyebabkan lingkungan sekitar sebelum hujan menjadi panas dan lembap," katanya.

Baca Juga

Menurutnya, jika terjadi hujan, maka lingkungan terasa segar dan dingin. Sebab kalor sudah terpakai dalam proses evapotranspirasi sampai terjadinya hujan.

Namun, jika gagal hujan yang bisa disebabkan berbagai faktor, seperti stabilitas atmosfer, inti kondensasi, atau angin kencang maka panas akan tertahan di lingkungan sekitar tadi. Hal tersebut akan bertahan cukup lama sampai terjadi proses berulang.

Tony mengatakan keberadaan awan pun bisa menjadi penghangat alami. Sebab sepanjang siang awan-awan tersebut menyerap gelombang pendek dari matahari dan gelombang panjang dari pantulan permukaan bumi. "Sehingga awan menyimpan banyak kalor. Yang apabila tidak terjadi hujan akan terasa panas dan lembab," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA