Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Kompetitor Berat Starbucks di China Catat Peningkatan Laba dalam Angka Fantastis!

Senin 18 Nov 2019 09:05 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Kompetitor Berat Starbucks di China Catat Peningkatan Laba dalam Angka Fantastis!. (FOTO: KrAsia)

Kompetitor Berat Starbucks di China Catat Peningkatan Laba dalam Angka Fantastis!. (FOTO: KrAsia)

Pelanggan baru bertumbuh sekitar 8 juta tiap kuartal.

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Saingan berat Starbucks di China, Luckin Coffee, membukukan total pendapatan bersih senilai 1,54 juta renmibi (sekitar Rp 3,1 miliar) pada kuartal III 2019, meningkat 540,2 persen dari tahun sebelumnya, melampaui perkiraan para analis.

Luckin telah mencapai titik impas (break even point) dengan laba operasi toko senilai 183,6 juta renmibi (sekitar Rp 369 miliar), dibandingkan dengan kerugian senilai 126 juta renmibi (sekitar Rp 253 miliar) di kuartal III tahun sebelumnya.

"Peningkatan jumlah pelanggan, meningkatnya frekuensi pembelian, dan lebih rendahnya biaya pengadaan berkontribusi terhadap pertumbuhan yang kuat," kata Pendiri dan CEO Luckin, Jenny Qian, dikutip dari KrAsia, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Luckin Coffee Mau Buka 10 Ribu Toko Hingga 2021, Lebihi Target Starbucks!

Menurutnya, pelanggan baru bertumbuh sekitar 8 juta tiap kuartal. Peingkatan jumlah kumulatif pelanggan yang bertransaksi didukung oleh bisnis Luckin Tea yang meluncur sejak Juli 2019.

Qian menyebutkan, "pendapatan dari produk bukan kopi meningkat, dari 31 persen pada 2018 menjadi 45 persen pada kuartal ketiga tahun ini, di mana Luckin Tea menyumbang 20 persen."

Namun, perusahaan masih membukukan kerugian bersih 531,9 juta renmibi, meningkat 18 persen dari 484,9 juta renmibi pada kuartal III 2018, namun lebih kecil 16 persen dibandingkan dengan 681,3 juta renmibi pada kuartal II 2019.

Kerugian bersih itu meningkat karena meningkatnya penjualan dan biaya pemasaran dari Luckin Tea dan produk baru lainnya, mencapai 557,7 jutarenmibi, meningkat 147,6 persen YoY. Meningkatnya biaya bahan, sewa toko, administrasi, dan operasi lainnya juga berkontribusi terhadap peningkatan kerugian bersih tahunan.

Targetkan 4.500 Toko Hingga Akhir 2019

Jumlah pendapatan Luckin Coffee di kuartal III didorong oleh percepatan ekspansi toko serta diversifikasi sumber pendapatan lewat produk bukan kopi seperti merek teh dan makanan ringan.

"Kami optimis akan menjadi pemain kopi terbesar di China pada akhir tahun ini," kata Chairman Luckin Coffee, Charles Lu.

Ambisi Luckin dalam merebut dominasi Starbucks di pasar China ditunjukkan dengan penambahan 717 toko baru sepanjang kuartal III, membuat startup berusia 3 tahun itu memiliki lebih dari  3.680 toko. Sementara itu, Starbucks membutuhkan 20 tahun untuk memiliki 4.124 toko di China pada September 2019.

Target ekspansi toko Luckin Coffee adalah melampaui jumlah toko milik Starbucks pada akhir 2019. "Kami menargetkan 4.500 toko pada akhir tahun ini," ujar CFO dan Chief Strategy Officer Luckin Coffee, Reinout Schakel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA