Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Mau Melantai di Bursa Hong Kong, Alibaba Diramal Raup US$15 M

Senin 18 Nov 2019 08:42 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Mau Melantai di Bursa Hong Kong, Alibaba Diramal Raup US$15 M. (FOTO: Bloomberg)

Mau Melantai di Bursa Hong Kong, Alibaba Diramal Raup US$15 M. (FOTO: Bloomberg)

Alibaba telah dapat lampu hijau regulator Hong Kong untuk lanjutkan pencatatan saham.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Baca Juga

Konglomerat multinasional China, Alibaba memang sudah tak lagi dipimpin Jack Ma, sang pendirinya. Meski begitu, ekspansinya tak berhenti.

Paling baru, Alibaba siap melakukan secondary listing atau mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Hong Kong paling lambat akhir November 2019. Ini kali kedua Alibaba melakukan IPO setelah sebelumnya pada 2014 tercatat atau listing di New York Stock Exchange (NYSE). 

"Dalam IPO pertama di NYSE September 2014 lalu, Alibaba mencatatkan rekor IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia dengan mengumpulkan dana hingga 25 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 350 triliun," jelas Chairman NextICorn Daniel Tumiwa.

Baca Juga: Tetap Berkembang Ditinggal Jack Ma, Ini Dia Kunci Sukses Alibaba

Pada saat pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC), Alibaba telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah mengajukan aplikasi untuk melakukan secondary listing di bursa saham Hong Kong. Namun, NYSE masih akan terus menjadi tempat listing utamanya.

Alibaba sendiri telah mendapat lampu hijau dari regulator Hong Kong untuk melanjutkan penjualan saham. Perusahaan itu akan menerbitkan sebanyak 500 juta saham biasa baru pada secondary listing tersebut, juga menyediakan opsi greenshoe yang memungkinkan bank penjamin menjual 75 juta saham tambahan.

Merujuk informasi Businessinsider.com, di IPO kedua ini Alibaba menargetkan untuk memperoleh dana hingga 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 182 triliun (estimasi kurs Rp 14.000 per dolar).

Sementara Reuters dan South China Morning Post melaporkan bahwa dari penjualan saham IPO tersebut, raksasa e-commerce dunia itu bisa memperoleh dana sekitar 10 miliar dolar AS hingga 15 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA