Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Hadits Bukhari

Studi Filologis Melacak Sanad dan Matan Hadis yang Hilang

Senin 18 Nov 2019 08:15 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Hadits Bukhari

Hadits Bukhari

Foto:
Studi Filologis Melacak Sanad dan Matan Hadits Yang Hilang

Apakah pernyataan Imam al-Baihaqi (w. 458 H) yang mengutip pernyataan Imam Bukhari (w. 256 H) ini didukung adanya kutipan yang sama dari dokumen lain? Apakah "matan" hadits secara lengkap berupa takwil terhadap hadits tersebut dapat dilacak sumbernya pada dokumen-dokumen lainnya? Apakah ada ulama hadits yang mengutip pernyataan Imam Bukhari tersebut selain dari kutipan Imam al-Baihaqi?

Imam Bukhari dan Imam al-Baihaqi hidup di zaman yang berbeda, dan keduanya tidak pernah bertemu dalam 1 periode, dan ternyata ada selisih waktu sekitar 202 tahun. Imam Bukhari hidup pada abad ke-3 H., sedangkan Imam al-Baihaqi hidup pada abad ke-5 H. Apakah dalam rentang waktu 202 tahun tersebut ada dokumen lainnya yang dapat dijadikan sebagai "externe evidentie"? Kasus ini sejajar dengan persoalan kutipan Imam as-Suyuthi (w. 911 H) yang mengutip matan hadits dari Imam at-Thabari (w. 310 H).

Penjelasan Imam al-Baihaqi (w. 458 H) yang mengutip pernyataan Imam Bukhari (w. 256 H) tersebut dapat dirujuk silang melalui dokumen penting, yakni kitab Fath al-Bariy bi-Syarh Shahih Al-Bukhari yang ditulis oleh al-Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani (w. 852 H). Anda dapat merujuk kitab Fath al-Bariy bi-Syarh Shahih Al-Bukhari versi cetakan tertua, yang diterbitkan oleh penerbit Bulaq di Mesir.

Versi terbitan Bulaq ini merupakan versi salinan yang disebut sebagai versi facsimile. Berdasar pada kolofonnya kitab ini ternyata telah dicetak pada tahun 1300 H. Kitab ini merupakan cetakan pertama kitab "Fath al-Bariy bi-Syarah Shahih Bukhari", dan dicetak berdasar pada keaslian manuskripnya yang sangat terjaga. Keotentikan data yang terdokumentasi pada manuskrip kuno ini penting bagi peneliti, terutama untuk melacak tulisan asli sang penulis sebagai teks otograf-nya.

Jarak zaman penulisan teks kitab Shahih Bukhari karya Imam Bukhari (w. 256 H) dengan penulisan teks kitab al-Asma' wa al-Shifat karya Imam al-Baihaqi (w. 458 H) hanya terpaut 202 tahun. Sementara itu, jarak zaman penulisan teks kitab al-Asma' wa al-Shifat karya Imam al-Baihaqi (w. 458 H) dengan penulisan teks kitab Fath al-Bariy bi-Syarh Shahih Al-Bukhari karya al-Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) terpaut 394 tahun.

Menarikya, edisi tertua penerbitan kitab Syarh Shahih Bukhari tersebut diterbitkan pasca 448 tahun setelah wafatnya Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani. Saat ini tahun 1441 H., maka cetakan kitab Syarh Shahih Bukhari terbitan pertama ini usianya sekitar 141 tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA