Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Inovasi Jadi Ruh Pengembangan Ekonomi Islam

Senin 18 Nov 2019 05:52 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana pelantikan  Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) periode 2019-2021.

Suasana pelantikan Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) periode 2019-2021.

Foto: Dok FoSSEI
Korps Alumni FoSSEI sosialisasikan ekonomi syariah dari hulu ke hilir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) periode 2019-2021 resmi dilantik, Ahad  (17/11) di Gedung Annex, Jakarta. Pelantikan pengurus baru ini diiringi  banyak harapan dari Dewan Penasehat, Dewan Pakar serta semua pengurus. Hal itu  mengingat pentingnya peran Korps Alumni FoSSEI sebagai wadah organisasi yang profesional dalam mengembangkan ekonomi eyariah di Indonesia khususnya. 

Acara pelantikan itu diisi oleh Dewan Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Dr  Suminto;  Dewan Pakar Korps Alumni FoSSEI, Dr  Ali Sakti;  dan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr Firdaus Djaelani.

“Kita berharap melalui pelantikan dan rapat kerja ini akan melahirkan banyak gagasan dalam kekuatan ekonomi syariah dari hulu ke hilir. Juga, meningkatkan kualitas  SDM, dalam hal ini Alumni FoSSEI,  sehingga menjadi profesionalitas dalam bidangnya,” kata Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat KAFoSSEI, Dr Ahmad Akbar Susamto saat pembukaan acara seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Sejalan dengan itu, Dewan Pengurus Pusat IAEI,  Dr  Suminto mengatakan,  ekonomi syariah tidak pada akad-akad saja, tapi ke seluruh elemen pembangunan dan pemberdayaan ekonomi syariah untuk bangsa dan negara.

“Dengan adanya tokoh-tokoh besar dari KAFoSSEI maka akan lebih besar peluang untuk terus menginovasi instrumen-instrumen ekonomi syariah.  Ini bisa menjadi ruh. Ketika kita mengembangkan wisata halal, pendekatan obyektif  dan maknanya seperti apa? KAFoSSEI-lah SDM nya,”  kata Suminto yang juga staf ahli Makro Ekonomi dan Internasional Kemenkeu.

Ali Sakti dari Dewan Pakar Korps Alumni FoSSEI menjelaskan,  perjuangan gerakan FoSSEI  dalam membumikan ekonomi syariah di Indonesia. “FoSSEI tidak hanya ahli dalam kajian. FoSSEI telah melahirkan kader profesional dalam bidangnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sekarang banyak alumni FoSSEI berprofesi sebagai dosen atau pakar, sebagai entrepreneur, dan lain sebagainya. Bahkan alumni FoSSEI  telah mendirikan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sebagai langkah dan gerakan konkret dari dakwah FoSSEI. BMT ini diberi nama Tawfin dan berdiri tahun 2012. 

“Kita berharap BMT Tawfin bisa menjadi role model untuk seluruh BMT di Indonesia,” jelas Ali.

Firdaus Djaelani dari  Pengurus Pusat MES menyampaikan,  menjadi aktivis itu tidak cukup hanya  memiliki  kecerdasan pengetahuan saja. “Tidak kalah pentingnya, harus ada kemauan yang tinggi untuk melakukan perubahan,” kata Firdaus. 

Ia menyebutkan, ada lima hal yang perlu dilakukan dalam gerakan milenial hari ini. Pertama, jangan pernah berhenti berinovasi;  kedua,  jangan berlindung di bawah regulasi;  ketiga,  manfaatkan teknologi;  keempat,  jangan pernah merasa puas; dan  kelima, berorientasi kepada pelanggan.

Kegiatan ini ditutup dengan rapat kerja Korps Alumni FoSSEI 2019-2021. “Semoga program kerja yang dibuat bisa terealisasi dengan baik dan dapat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan ekonomi syariah dari hulu ke hilir,” kata Ahmad Akbar Susamto.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA