Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Gempa Maluku Utara, 3 Luka dan 36 Bangunan Rusak

Ahad 17 Nov 2019 13:48 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari

Warga Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, mengungsi ke bukit-bukit saat malam hari. Mereka masih khawatir terjadi gempa susulan pascagempa berkekuatan magnitudo pada Kamis (14/11) lalu.

Warga Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, mengungsi ke bukit-bukit saat malam hari. Mereka masih khawatir terjadi gempa susulan pascagempa berkekuatan magnitudo pada Kamis (14/11) lalu.

Foto: dok. BNPB
Korban dan kerusakan gempa terjadi di Pulau Batang Dua, Maluku Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, terdapat tiga korban luka-luka dan 36 bangunan rusak ringan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (14/11) lalu. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, mengatakan, untuk di Kota Ternate, Maluku Utara, terdapat 33 bagunan rusak dan tiga korban luka-luka.

"Korban dan kerusakan terjadi di Pulau Batang Dua (bagian dari Kota Ternate) yang terletak dekat pusat gempa," kata Agus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika, Ahad (17/11).

Korban luka adalah Delvi Peo (18 tahun), Delfita Bunga (17) dan Mesin Bunga (17). "Korban luka-luka disebabkan tertimpa batu bata dari dinding yang jatuh," kata Agus.

Sedangkan 33 bangunan yang rusak di Pulau Batang Dua masuk dalam kategori rusak ringan. Kerusakan mencakup 28 rumah warga, 3 Gereja, 1 Sekolah SMAN 11 dan 1 unit gedung Bank Perkreditan Rakyat.

Untuk Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara terdapat tiga unit bangunan rusak ringan. Yakni, 1 unit Gedung Kantor Badan Keuangan Daerah dan 2 unit rumah warga.

"BPBD bekerja sama dengan TNI, PoIri, Dinas terkait dan relawan masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mendengarkan informasi dari sumber yang resmi, yaitu BMKG atau BPBD setempat," ucap Agus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA