Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Mahasiswa Harus Punya Kemampuan Menulis Karya Ilmiah

Ahad 17 Nov 2019 13:46 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Mahasiswa.

Ilustrasi Mahasiswa.

Foto: Reuters/Patrick T Fallon
Rektor IAIN Palu mengatakan mahasiswa harus bisa membaca, berbicara, dan menulis.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan mahasiswa dari semua program studi dan jurusan di lingkungan perguruan tinggi Islam negeri tersebut harus mampu menulis karya ilmiah. Karya ilmiah itu baik berupa makalah, proposal, skripsi dan tesis, serta jurnal.

Baca Juga

"Menulis menjadi hal yang sangat penting. Insan akademik harus bisa membaca, berbicara dan menulis," ucap Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Minggu.

Prof Sagaf mengemukakan, mahasiswa harus mulai membiasakan menulis atau membuat sendiri karya ilmiah. Membuat karya ilmiah tulisan, sebagai upaya memperkuat jati diri mahasiswa.

Guru Besar Manajemen Pendidikan itu mengatakankemampuan menulis yang dimiliki mahasiswa, menjadi salah satu indikator pencapaian mutu atau menjadi ukuran kualitas sumber daya manusia. Saat ini, ia mengatakan, IAIN Palu terus berupaya menggenjot keterampilan mahasiswa di semua program studi untuk membangun budaya menulis. Hal itu diawali dengan berbagai pelatihan penulisan karya tulis ilmiah.

Hal itu sejalan dengan tuntutan saat ini, dimana perguruan tinggi harus lebih menggenjot keterampilan mahasiswa membaca, berbicara dan menulis. Juga tidak terlepas dari tuntutan tri dharma perguruan tinggi.

"Dengan menulis, mahasiswa bisa dikenang dan diingat oleh orang banyak. Kenapa, karena tulisannya diabadikan lewat buku, dan sebagainya," sebutnya.

Ia memotivasi mahasiswa agar tidak berhenti menulis makalah, skripsi, tesis dan jurnal bila mendapat koreksi dari dosen pembimbing. Sebab, koreksi dari dosen pembimbing menambah wawasan dan sebagai pembentukan kemapanan dalammenulis karya ilmiah.

"Ini harus diambil positifnya, karena koreksi itu untuk memberikan pengetahuan baru terhadap mahasiswa. Jangan dianggap sebagai penghambat," ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa yang terampil dan memiliki kemampuan menulis  akan menjadi modal bagi mahasiswa sejak ia masih dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi hingga ia selesai atau berada di luar kampus di masyarakat luas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA