Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Pertamina Klaim Pasokan Solar Aman

Sabtu 16 Nov 2019 08:18 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Pekerja mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kedalam jerigen untuk bahan bakar kapal nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Desa Padang Seurahet, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (9/9/2019).

Pekerja mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kedalam jerigen untuk bahan bakar kapal nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Desa Padang Seurahet, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (9/9/2019).

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Pertamina telah menambah suplai solar untuk ketersediaan yang lebih merata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina mengklaim ketersediaan solar subsidi baik di terminal BBM maupun di SPBU mencukupi untuk kebutuhan konsumen. Pertamina telah menambah sekitar 20 persen suplai solar untuk memastikan pemerataan penyaluran dan percepatan distribusi  ke masyarakat. VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. "Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina telah menambah suplai solar untuk ketersediaan yang lebih merata," katanya dalam siaran pers, Jumat (15/11).

Baca Juga

Namun demikian, lanjut Fajriyah, Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab ia mengakui hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu. Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil.

"Bagi masyarakat golongan mampu, agar menggunakan BBM non subsidi yang ketersediaannya memang lebih banyak, sehingga BBM subsidi dapat lebih dinikmati oleh penggunanya sesuai ketentuan," ujarnya.

Ia menyarankan pengganti BBM non subsidi ialah Dexlite atau Pertamina Dex sebagai pengganti Solar dan Pertalite. Pertamax ataupun Pertamax Turbo sebagai pengganti Premium. Jenis BBM tersebut lebih baik untuk kehandalan dan keawetan mesin kendaraan. "BBM tersebut juga tergolong lebih ramah lingkungan," sebutnya.

Sebelumnya, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di wilayah Priangan Timur sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, banyak kendaraan mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Salah seorang sopir truk di Kota Tasikmalaya, Ade Kusnandar (43 tahun) mengatakan, sejak empat hari terakhir terjadi kelangkaam BBM jenis solar di Kota Tasikmalaya. Menurut dia, hampir di setiap SPBU, BBM jenis solar telah habis. Baru pada siang hari, BBM jenis solar kembali diiisi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA