Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Petrokimia Gresik Gandeng UGM Rehabilitasi Lahan Industri

Sabtu 16 Nov 2019 02:40 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha

Pengunjung melintas diantara tanaman sayur yang siap panen di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik saat pembukaan Petro Agrifood Expo 2019, Gresik, Jawa Timur, Jumat (12/7/2019).

Pengunjung melintas diantara tanaman sayur yang siap panen di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik saat pembukaan Petro Agrifood Expo 2019, Gresik, Jawa Timur, Jumat (12/7/2019).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Kualitas lingkungan industri penting dijaga karena berdekatan dengan pemukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menjalin kerja sama penelitian penanaman rehabilitasi lahan industri dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM).

Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani Dekan FKT UGM Budiadi dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi di Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/11).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan, kerja sama ini berkaitan dengan penanaman vegetasi secara intensif pada lahan industri di Petrokimia Gresik. Rahmad menyebut tanaman atau vegetasi di lahan industri dapat berfungsi sebagai paru-paru yang pada proses fotosintesisnya akan menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen, sehingga mampu mengurangi polusi udara, membuat udara lebih bersih, dan menurunkan suhu sekitar. 

Selain itu, bermanfaat pula untuk meredam kebisingan pabrik hingga meningkatkan aspek estetika, yaitu membuat tata ruang atau lanskap industri menjadi lebih indah dan teratur.

"Peningkatan kualitas lingkungan di perusahaan industri manufaktur seperti Petrokimia Gresik menjadi sangat penting, apalagi keberadaan perusahaan memiliki luas lahan lebih dari 500 hektare dan berdampingan langsung dengan pemukiman warga," ujar Rahmad, Jumat (15/11). 

Selain menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan, lanjut Rahmad, kerja sama ini juga mendukung upaya perusahaan dalam pencapaian predikat program penilaian peringkat kinerja perusahaan (proper) hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rahmad berharap apa yang telah direncanakan dan dikerjakan Petrokimia Gresik dapat menjadi modal untuk mencapai proper emas pada 2022. Adapun untuk dapat meraih Proper Emas, perusahaan harus mendapat predikat Proper Hijau tiga kali berturut-turut terlebih dahulu.

"Pencapaian proper salah satu bukti keberhasilan perusahaan dalam mengelola lingkungan sekitar. Kami berkomitmen terus meningkatkan pengelolaan kualitas lingkungan di sekitar perusahaan sebagai upaya tumbuh dan berkembang bersama masyarakat," lanjut Rahmad. 

Rahmad menjelaskan, Fakultas Kehutanan UGM yang ditunjuk sebagai mitra dalam kerja sama ini telah memiliki portofolio yang mumpuni dalam membantu sejumlah industri meningkatkan kualitas lingkungannya. Dia mengharapkan kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM dapat menjadi contoh model riset bersama antara industri dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan penyerapan teknologi yang dihasilkan akademisi di Indonesia, sekaligus memperkaya riset perguruan tinggi yang menjawab kebutuhan industri.

 

"Kerja sama ini memiliki manfaat ganda. Selain untuk menjaga kualitas lingkungan di Petrokimia Gresik juga menjadi wadah penyerapan teknologi dari riset perguruan tinggi sehingga memotivasi para akademisi untuk memperkaya riset sebagai solusi  kebutuhan industri," kata Rahmad. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA