Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Paus Fransiskus Desak Perusahaan Teknologi Atasi Pornografi

Sabtu 16 Nov 2019 02:00 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Nidia Zuraya

Paus Fransiskus dalam sebuah acara.

Paus Fransiskus dalam sebuah acara.

Foto: Reuters
Perusahaan media sosial harus bertanggungjawab atas peredaran konten pornografi.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Pemimpin Umat Katolik, Paus Fransiskus mendesak agar perusahaan tekhnologi terkemuka seperti Facebook, Apple, Microsoft dan Google, turut serta memerangi pornografi. Paus Fransiskus meminta mereka dapat meningkatkan upaya menghapus pornografi anak dari internet.

Paus Fransiskus menilai, terlalu mudah bagi anak muda untuk mengakses memberi dampak yang sangat negatif. Karena itu, dia mendesak agar perusahaan teknologi dapat mengambil langkah pencegahan dilakukan agar anak tidak dapat dengan mudah mengakses pornografi.

Paus Fransiskus berharap perusahaan media sosial, mesin pencari dan perusahaan IT dapat menghapus pornografi anak dari internet. "Ada kebutuhan untuk memastikan bahwa investor dan manajer tetap bertanggungjawab. Sehingga kebaikan anak di bawah umur dan masyarakat tidak dikorbankan demi keuntungan," kata Paus Fransiskus kepada para pemuka agama dan delegasi teknologi tingkat tinggi pada sebuah konferensi di Vatikan seperti dikutip dari Deutsche Welle, Jumat (15/11).

Ia menyatakan Facebook dan perusahaan media sosial lainnya bukan hanya platform untuk berbagi konten. Paus Fransiskus menegaskan, mereka juga harus bertanggungjawab atas peredaran konten pornografi di platform mereka.

"Sekarang jelas bahwa mereka tidak dapat menganggap diri mereka sepenuhnya tidak bertanggung jawab berhadap layanan yang mereka berikan untuk pelanggan mereka," kata pria berusia 82 tahun itu.

"Jadi saya membuat permintaan mendesak kepada mereka untuk memikul tanggung jawab mereka terhadap anak di bawah umur, integritas dan masa depan mereka,'' jelas Paus Fransiskus.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA