Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Menristek: Indonesia Harus Kompetitif di Sektor Manufaktur

Sabtu 16 Nov 2019 02:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro

Foto: Republika/Prayogi
Untuk lebih kompetitif di manufaktur, penguasaan teknologi sangat penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Indonesia harus lebih kompetitif di sektor manufaktur. Industri manufaktur harus pemanfaatan teknologi dan inovasi khususnya terkait permesinan.

Baca Juga

"Untuk bisa lebih kompetitif di industri manufaktur penguasaan teknologi khususnya teknologi mesin itu sangat penting sehingga kemampuan kita memodifikasi atau membuat mesin itu harus terus disempurnakan melalui fasilitas ini," kata Menristek Bambang saat mengunjungi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/11).

Dia mengatakan keberadaan fasilitas di Puspiptek dengan berbagai laboratorium terkait dengan teknologi khususnya permesinan menjadi penting sebagai modal untuk Indonesia memperkuat diri untuk lebih masuk dan lebih kompetitif dalam industri manufaktur. "Intinya ke depan kita juga ingin mengembangkan fasilitas ini sehingga tidak hanya nanti mendorong perkembangan industri tapi juga bisa memberikan layanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan jasa dari laboratorium yang ada di lingkungan Puspiptek ini," tuturnya.

Menristek Bambang menuturkan, industri manufaktur harus dikembangkan dengan mengacu pada perkembangan industri 4.0 terutama di bidang makanan dan minuman, otomotif, mode, tekstil dan elektronik. "Kami akan arahkan supaya apapun yang kita kerjakan di sini ujungnya meningkatkan TKDN dan bisa mengurangi ketergantungan pada barang-barang impor," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menristek Bambang mengunjungi fasilitas-fasilitas di Puspiptek seperti laboratorium terkait mesin, sumber daya alam, hujan buatan, proteksi terhadap tsunami dan aerodinamika. "Dari industri mesin itu sendiri nantinya bisa didorong untuk menciptakan berbagai produk tinggal kita mendesain mesinnya," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA