Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Sisi Lain di Balik Suksesnya Jifest 2019

Sabtu 16 Nov 2019 12:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sekolah Alam dan Sains (IAS) Al-Jannah kembali menggelar perhelatan tahunan Al-Jannah Festival (Jifest).

Sekolah Alam dan Sains (IAS) Al-Jannah kembali menggelar perhelatan tahunan Al-Jannah Festival (Jifest).

Foto: ias al jannah
Jifest diramaikan dengan lomba olahraga dan seni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekolah Alam dan Sains (IAS) Al-Jannah kembali menggelar perhelatan tahunan Al-Jannah Festival (Jifest). Kali ini, temanya adalah Amazing Islamic Sports and Arts.

Kegiatan ini tak hanya diisi penampulan dan berbagai perlombaan olahraga dan seni. Acara ini juga diramaikan dengan sharing session dengan bintang tamu  grup musik Islam yang lagi tenar di kalangan anak muda, yaitu Aleehya.

Kehadiran grup Aleehya memang tidak hanya untuk tampil menyanyi. Sharing session, ini diharapan bisa menginspirasi siswa Al-Jannah dengan kreativitas Aleehya dalam menyampaikan kebenaran (berdakwah) dengan bermusik-menyanyi.

photo
Sekolah Alam dan Sains (IAS) Al-Jannah kembali menggelar perhelatan tahunan Al-Jannah Festival (Jifest).

Secara keseluruhan perhelatan Jifest berlangsung semarak. Kegiatannya memang dirancang semenarik mungkin. Jifest diharapkan menjadi wadah siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang non-akademik (olahraga dan seni). Jifest juga menjadi ajang silaturahim karena pesertanya ada 50 sekolah lain di sekitarnya (Jakarta Timur, Depok dan Bogor).

Keberhasilan penyelenggaraan Jifest yang digelar 12-14 November ini ditunjang oleh keterlibatan semua guru dan siswa yang menjadi panitia. Hanya saja, ada sisi lain yang luput dari perhatian orang dan hampir tak tertangkap dengan lensa kamera. Sisi lain tersebut yang justru menunjukkan sebuah keberhasilan pembelajaran yang sesungguhnya. Apakah itu?

photo

Sekolah Alam dan Sains (IAS) Al-Jannah kembali menggelar perhelatan tahunan Al-Jannah Festival (Jifest).

Sisi lain tersbut ialah kerja keras siswa SMP dan SMA yang menjadi panitia. Mereka bekerja, mulai dari mencari sponsorship, mendatangi sekolah-sekolah untuk mencari  peserta lomba, manajemen acara.

Tanpa disadari, mereka telah belajar marketing, komunikasi dan negosiasi dalam menyampaikan proposal kepada orang-orang yang belum mereka kenal, kerja team work yang solid dalam kepanitiaan. Ajang ini juga menjadi pelajaran untuk bisa mengambil  inisiatif atas kondisi di luar rencana, bertanggung jawab atas beban kerja, berfikir kritis dan kreatif untuk membuat acara yang impresif dan semarak dengan dana yang terbatas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA