Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Proparco dan FMO Kucurkan Dana Pinjaman untuk Pembiayaan UKM

Jumat 15 Nov 2019 18:03 WIB

Red: Fernan Rahadi

Usaha kecil menengah/UKM (ilustrasi)

Usaha kecil menengah/UKM (ilustrasi)

Foto: Antara
Ini kali pertama Indosurya Finance menerima kredit pendanaan dari kedua Institusi itu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) menerima kredit pendanaan sebesar total 50 juta euro atau setara dengan Rp 775,5 miliar dari dua Institusi Keuangan Internasional besar asal  Prancis,  Proparco,  dan  Belanda,  FMO. Dana  ini  akan dipakai   untuk   membiayai berbagai praktik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia melalui Kredit Modal Kerja, produk pembiayaan UKM yang dimiliki oleh Indosurya Finance.

Di tengah kesulitan likuiditas di berbagai perusahaan pembiayaan di Indonesia, Indosurya Finance tetap dipercaya sehingga mendapatkan kucuran dana sebesar 50 juta euro untuk sektor pembiayaan UKM. Ini merupakan kali pertama Indosurya Finance menerima kredit pendanaan dari kedua Institusi Keuangan Internasional tersebut.

Melalui  fasilitas  kredit  kepada  Indosurya  Finance, Proparco dan FMO semakin menegaskan komitmen  mereka  dalam  membantu  akses  UKM  terhadap  layanan  keuangan,  terutama  di negara berkembang seperti Indonesia, di mana sektor UKM saat ini menjadi salah satu tulang punggung perekenomian Indonesia dengan kontribusi sebesar 57% terhadap PDB negara. Pinjaman dana ini diperkirakan dapat memberi dukungan terhadap sekitar 400 UKM yang akan dibantu pembiayaannya melalui Indosurya Finance.

Proparco bertindak sebagai lead arranger dalam proses pinjaman sindikasi untuk 5 tahun ini dengan meminjamkan dana sebesar 30 juta euro, sedangkan FMO memberikan pinjaman sebesar 20 juta euro.

Kedua Institusi Keuangan Internasional besar asal Eropa tersebut merupakan anggota dari European Development Finance Institutions (EDFI). Proparco merupakan anak perusahaan dari Agence Française de Développement (AFD) yang didirikan sejak 1977 khusus untuk melayani sektor swasta dan pembangunan berkesinambungan. Sedangkan FMO merupakan   bank   pembangunan   Belanda   yang   didirikan   pada  1970  untuk  mendukung pertumbuhan sektor swasta yang berkelanjutan dalam mengembangkan dan mengembangkan pasar dengan berinvestasi dalam bisnis, proyek dan lembaga keuangan.

Indosurya Finance merupakan perusahaan multifinance pertama di Indonesia yang berfokus  menyediakan  fasilitas  pembiayaan  untuk usaha kecil dan menengah sebagai wujud komitmen mereka untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang merata bagi masyarakat Indonesia, terutama di sektor UKM.

“Indosurya Finance terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas,   serta   terus   berupaya  menjaga  kepercayaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen baik perorangan maupun badan usaha. Target kami untuk   penyaluran   pembiayaan   bagi   para pengusaha UKM di Indonesia melalui fasilitas kredit ini harus tercapai dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun," ucap CEO Indosurya Finance, Henry Surya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA