Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

PBB Kirim Utusan ke Bolivia Setelah Evo Morales Mundur

Jumat 15 Nov 2019 17:23 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Evo Morales

Evo Morales

Foto: EPA/Peter Foley
Bolivia dilanda krisis politik setelah demonstrasi yang mendesak Evo Morales mundur.

REPUBLIKA.CO.ID, LAPAZ -- Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dilaporkan telah mengirim utusan khusus ke Bolivia pada Jumat (15/11). Hal itu menjawab panggilan dari mantan presiden Bolivia Evo Morales yang meminta badan internasional turut campur tangan dalam krisis politik yang melanda negara tersebut.

Baca Juga

Beberapa hari terakhir, Bolivia dilanda gejolak politik setelah pemilihan presiden 20 Oktober yang kontroversial. Protes kemudian meningkat setelah audit dari Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) mengungkapkan penyimpangan serius dalam pemilu yang memenangkan Morales dengan 46,49 persen suara atau 9,5 poin lebih unggul dibanding saingan utamanya Carlos Mesa. Meski masih kurang dari 10 persen, Morales dianggap menang dan menghindari pemilihan putaran kedua.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric mengatakan, Antonio Guterres telah meminta Jean Arnault untuk terlibat sebagai utusan pribadinya dalam berbicara dengan semua aktor di Bolivia. Arnault juga akan menawarkan dukungan PBB dalam upaya menemukan resolusi damai, termasuk melalui pemilihan yang transparan, inklusif, dan kredibel.

Arnault sebelumnya menjabat sebagai perwakilan khusus PBB untuk Kolombia, Georgia, dan Afghanistan. Dia akan melakukan perjalanan ke Bolivia pada Kamis waktu setempat.

"Sekretaris Jenderal PBB Guterres sangat prihatin tentang perkembangan di Bolivia dan mengulangi imbauannya kepada semua orang Bolivia untuk menahan diri dari kekerasan," kata Dujarric seperti dikutip Aljazirah, Jumat (15/11).

Morales pun memuji pengumuman PBB itu. Dia mengatakan, bahwa dia menyapa dan berterima kasih kepada Antonio Guterres karena mengirim utusan. Ikon sosialis yang telah memimpin Bolivia selama 14 tahun itu, kini berada di Meksiko setelah menerima suaka. Dari sana, ia menyerukan intervensi PBB dalam serangkaian wawancara dengan media internasional.

photo
Mantan presiden Bolivia Evo Morales datang untuk bertemu Wali Kota Mexico City Claudia Sheinbaum di Mexico City, Meksiko, Rabu (13/11).

Pada Rabu, para pendukung Morales berbaris melalui ibu kota Lapaz. Warga di beberapa kota lain juga menyerukan pemilihan kembali pemimpin sosialis. "Perempuan ini tidak mewakili kita," kata seorang guru dari El Alto, Rolando Balboa merujuk pada pemimpin sementara sayap kanan Jeanine Anez.

"Evo adalah orang baik yang membangun jalan dan memberi rumah kepada orang miskin, dan mereka memaksanya untuk mengundurkan diri," kata Balboa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA