Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Italia Umumkan Status Darurat Banjir di Venesia

Jumat 15 Nov 2019 16:10 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Banjir di Venesia, Italia

Banjir di Venesia, Italia

Foto: AP Photo/Luca Bruno
Banjir di Venesia, Italia mencapai ketinggian 1,87 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, VENICE -- Italia menyatakan status darurat di Venesia setelah dilanda air banjir mencapai ketinggian 1,87 meter, Kamis (14/11). Air sungai yang meluap membanjiri situs bersejarah Basilika dan memutus aliran listrik ke rumah-rumah.

Baca Juga

Lebih dari 80 persen kota yang masuk dalam sebuah situs warisan dunia UNESCO, berada di bawah air ketika air pasang mencapai puncaknya. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan banjir merupakan pukulan bagi negaranya. Dia mengatakan pemerintah kini bertindak cepat untuk menyediakan dana dan sumber daya yang diperlukan guna mengatasi dampak banjir.

"Sungguh menyakitkan melihat kota begitu rusak, warisan artistiknya terganggu, kegiatan komersialnya bertekuk lutut," ujar Conte, yang mengunjungi wilayah itu, Rabu malam dikutip BBC, Jumat (15/11).

Dia mengatakan pemerintah akan mempercepat pembangunan untuk kota yang merujuk secara khusus pada apa yang disebut proyek Mose. Mose merupakan sistem penghalang hidraulik untuk menutup laguna jika terjadi kenaikan permukaan laut dan badai musim dingin.

Perdana menteri mengumumkan tindakan darurat pada Kamis. Dia menambahkan bahwa individu dapat mengklaim hingga 5.500 dolar AS dan bisnis hingga 20 ribu euro sebagai kompensasi. Banyak museum tetap tutup pada Kamis.

Status darurat diumumkan saat warga Venesia terbangun oleh sirene yang mengindikasikan bahwa gelombang akan tetap tinggi dalam beberapa hari mendatang. Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro menyalahkan perubahan iklim akibat tingkat air tertinggi dalam lebih dari 50 tahun pekan ini. 

St Mark's Square salah satu bagian terendah kota adalah salah satu daerah yang paling parah dilanda banjir. Brugnaro mengatakan Basilika Santo Markus yang terkenal telah mengalami kerusakan parah. Ruang bawah tanah di landmark bersejarah terendam banjir pada Selasa dan ada kekhawatiran bahwa kolom basilika telah rusak. "Kerusakan akan mencapai (kerugian) ratusan juta euro," ujar Brugnaro memperingatkan.

Pada Rabu, pompa dikerahkan untuk mengalirkan air dari gereja dan ruang bawah tanah yamg tercipta sejak abad ke 12. Pemilik usaha kecil dan pedagang di kota itu memikat para turis, banyak dari mereka telah meninggalkan kota setelah permukaan air naik, untuk kembali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA