Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Pesaing Digital Payment Makin Bejibun, DANA Punya Strategi Khusus

Sabtu 16 Nov 2019 06:39 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Pesaing Digital Payment Makin Bejibun, DANA Punya Strategi Khusus. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Pesaing Digital Payment Makin Bejibun, DANA Punya Strategi Khusus. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Persaingan di ranah pembayaran digital semakin ramai memasuki akhir 2019

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Persaingan di ranah pembayaran digital semakin ramai memasuki akhir 2019. Bukan hanya perusahaan rintisan berbasis fintech saja, banyak perusahaan baik e-commerce, ride hailling, bahkan media sosial seperti WhatsApp akan ikut terjun ke dalam industri pembayaran digital.

Persaingan yang semakin ramai di industri pembayaran digital ini, menurut CEO DANA Vincent Iswara, adalah hal yang bagus. Menurutnya, ramainya pelaku fintech dapat membantu mengedukasi pasar tentang pentingnya pembayaran digital.

"Justru makin banyak pemain, edukasinya ke masyarakat makin luas," katanya di Capital Place, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: DANA Doyan Bakar Duit, CEO: Itu Edukasi Pasar

Ia tidak setuju jika banyaknya pemain digital payment yang masuk, akan memperketat persaingan. Menurutnya, dengan jumlah total pasar yang ada, terlalu dini untuk menyebut bahwa persaingan semakin ketat.

"Too early, kami itu total market pengguna digital payment less than 7 persen. Masih too early kalau kita bilang persaingannya makin ketat," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa masih banyak pelaku pasar yang masih menggunakan pembayaran konvensional. Hal itu merupakan potensi pasar yang besar untuk digital payment karena banyak yang belum tersentuh oleh digital payment.

"Contohnya, UMKM sendiri masih banyak yang belum ke-reach out, bukan hanya dari kami, tapi semua pemain juga," ujarnya.

Menurutnya, justru banyak potensi besar datang dari luar kota-kota besar seperti Jakarta. Bukan cuma kota-kota besar yang perlu diterapkan digital payment, katanya. Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar, menurut Vincent, dalam hal digital payment.

"Smartphone penetration di Indonesia sudah cukup tinggi, 150 juta lebih, dan pengguna individu yang menggunakan akses internet 171 juta. Itu potensi yang harus digarap semua pemain," katanya.

Baca Juga: DANA Cetak Jumlah Transaksi Tertinggi dari Promo 11.11

Meski begitu, DANA juga memiliki strategi khusus dengan pemain digital payment yang makin bertambah.

"Kami melihatnya, kami champion lokal. Jadi, kami membawa produk teknologi yang cocok untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.

Ia menyebut fitur-fitur dalam DANA yang cocok dengan budaya bertransaksi di Indonesia membuatnya mampu bersaing dengan produk pembayaran digital lainnya.

"Kami percaya kalau untuk masyarakat kebutuhannya sesuai, contohnya patungan bareng-bareng, yang model seperti itu semua, saya yakin kami bisa bersaing dengan siapa pun juga," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA